Arsip Kategori: Metodologi Penelitian

Kumpulan Skrispi untuk Perguruan Tinggi Islam (STIT, STAIS,STAIN, IAIN, UIN)

untuk mendapatkan kumpulan judul skripis PTAI silahkan klik link di bawah ini:

SKRISPI PTAI dan PTAIS LENGKAP

Tinggalkan komentar

Filed under SKRIPSI

Download Kumpulan Materi Metodologi Penelitian Lengkap

berikut ini adalah kumpulan materi format word hasil dari tugas mata kuliah metodologi penelitian, mudah-mudah bermanfaat: | link download di bagian bawah setelah teknis cara download…
CARA DOWNLOAD – pilih kategori | maka akan tampil seperti ini
cara download di adf ly
- tunggu beberap detik kemudian klik lewati / Skip Ad (ada di pojok atas kanan warna kuning)
- maka akan tampil halaman 4shared, tunggu sebentar, klik uduh sekarang (download) | lihat panah merah

- kemudian akan tampil seperti ini:
– klik uduh file sekarang (download) | jika ini belum muncul tunggu beberapa detik
- demikian cara download file nya
semoga bermanfaat….

  
FILE DOWNLOAD

Metodologi Penelitian

8 Komentar

Filed under Metodologi Penelitian

Pengaruh Ketauhidan terhadap Fenomena Korupsi di Indonesia (Telaah Surah Al-Ikhlas 1-4)

oleh st_30
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.
Shalawat beriring salam semoga tercurahkan kepada Muhammad bin Abdullah sebgai teladan bagai semua makhluk dengan penuh kemulian. Dan juga kepada kepada keluarga beliau serta para sahabatnya dan orang-orang yang meneladani mereka hingga hari kiamat.
Karya Tulis Ilmiah ini diberi judul “Pengaruh Ketauhidan terhadap Fenomena Korupsi di Indonesia (Telaah Surah Al-Ikhlas 1-4)” Peneliti masih menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi maupun bahasanya.
Untuk itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan Karya Tulis Ilmiah ini di masa yang akan datang. Dan penulis ucapakan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penulisan karya ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.
Akhirnya peneliti mengharapkan semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat membawa manfaat terutama bagi peneliti sendiri dan para pembaca sekalian.

Pontianak, April 2010

Peneliti

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Permasalahan 2
C. Tujuan dan Manfaat 2
D. Ruang Lingkup Pengkajian 3
E. Sistematikan Penulisan 3

BAB II LANDASAN TEORI 4
A. Pengertian Tauhid 4
B. Persyariatan Tauhid 4
C. Ketauhidan dan Korupsi 4
BAB III METODE PENELITIAN 6
A. Jenis Penelitian 6
B. Metode Dan Teknik Pengumpulan Data 6
C. Waktu dan tempat penelitian 6
BAB IV Pengkajian dan analisis hasil penelitian 7

BAB V PENUTUP 13
A. KESIMPULAN 13
B. SARAN 13

DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP PENULIS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Fitrah manusia mengenal Allah, baik dalam pengertian awam (umum) maupun dalam arti khosh (khusus). Yang dimaksud mengenal Allah dalam pengertian umum ialah pengenalan eksistensi Allah atau iman kepada Allah, sebagaimana yang dikaji dalam aqoidul iman yang sangat mendasar. Dengan kata lain, tauhid merupakan keyakinan yang paling dasar untuk diajarkan kepada setiap manusia sebelum lebih jauh menjalar pada aspek-aspek lain dalam beragama.
Menurut (M.Husaini:2003:75) Keesaan Allah (tauhid) adalah mempercayai satu realitas. Dalam pengertian teologis, ini merujuk kepada mempercayai keesaan Allah dan sumber maujud, dan mempercayai ketunggalan-Nya, dan Pengurusann-Nya akan alam semeta di satu sisi dan di sisi lain dari sudut pandang penghamabaan dan ibadah atau permohonan (doa) dan seterusnya (dari mansusia).
Seorang Muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat merupakan syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah.
Dalam menapaki hidup seorang yang mengaku Muslim tentu ia sudah memiliki pedoman hidup yakni al-Qu’an. Oleh karena itu menjadi sangat berguna sekali apabila setiap Muslim memahami pedoman manusia yang telah diturunkan oleh Allah swt tersebut. Alllah telah menciptakan manusia sebaik-baik manusia, sebagaimana ditegaskan dalam surah at-Tiin surah ayat 4. Pengakuan seorang Muslim kepada Tuhannya yakni Allah swt, akan berdampak positif bagi diri, begitu sebaliknya makan ia akan terjerumus ke dalam jurang kehinaan. Islam sangat memberikan kebebasan dalam berkarya apapun ia akan tetapi dibatasi oleh aturan syariat. Dalam Islam ketuhanan hanya dikenal ahad (tunggal) sehingga ketika seseorang yang mengaku muslim makan ia harus memahami ketauhidannya terhadap Allah swt. Karena apabila ia tidak memahami ketauhidan tersebut maka akan terjadi banyak penyimpangan kemungkinan karena tidak mengenal eksitensi Allah. Yusuf Qaradhawi (2004:1) menjeleskan eksistensi Allah swt adalah hakikat kebenara yang pertama dan paling menonjol. Kesadaran akan eksistensi Allah itu itu dituntun oleh fitrah insaniah dan akal pikiran yang sehat secara logis. Kesadaran akan eksistensi Allah ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan, wahyu dan sejarah
Sekarang dunia sudah berkembang biasanya yang dikenal dengan modern ini banyak hal masyarakat yang menuhankan sesuatu yang tidak pantas. Menuhankan disini maksudnya adalah mengharapkan kepada sesuatu yang tidak berhak untuk disembah.
B. Permasalahan
Berdasarkan paparan pada latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Pengaruh Ketauhidan terhadap Fenomena Korupsi di Indonesia (Telaah Surah Al-Ikhlas 1-4)”
C. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah:
1. Secara teoritis
Secara teoritis, manfaat dari penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai khazanah pengetahun Islam yang dapat dijadikan bahan baca, rujukan, atau referencsi tambahan dalam kegiatan.
2. Secara praktis
Hasil yang akan diperoleh nanti secara praktis diharapkan bermanfaat bagi peneliti sendiri, masyarakat, maupun lembaga terkait, yaitu:
a. Bagi peneliti, adalah mengembangkan pemahaman penulis dalam menambah pengetahuan khususnya dalam memahami ketauhidan.
b. Bagi masyarakat, dengan adanya tulisan ini nanti diharapkan kepada masyarakat bisa memahami ketauhidan secara menyeluruh
c. Bagi lembaga terkait, berguna sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran agar di dalam memimpin umat terarah, terkontrol, terbimbing lebih baik terutama dalam membentuk generasi rabbani.
D. Ruang Lingkup Pengkajian
Adapun ruang lingkup pengkajian karya tulis ini adalah lebih kepada kajian kepustaakan baik yang bersumber dari buku, artikel, Koran, dan lain-lain yang mendukung dalam hal penulisan karya tulis ini.

E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan karya tulis ini adalah fokus kepada nilai-nilai ketauhidan dalam surah al-Ikhlas:1-4 yang diuraikan atau pun diterapkan dengan kondisi sekarang.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Tauhid
Dari segi bahasa ‘mentauhidkan sesuatu’ berarti ‘menjadikan sesuatu itu esa’. Dari segi syari’ tauhid ialah ‘mengesakan Allah didalam perkara-perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi-Nabi Nya yaitu dari segi Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma’ Was Sifat’.
B. Pensyariatan Tauhid
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Az Zariyat 51:56)
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (QS Al Baqarah 2:21)
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut … (QS An Nahl 16:36)
C. Ketauhidan dan Korupsi
Mengutip pernyataan perdana Menteri Malaysia dalam bahwa ia menyatakan Negara-Negara Islam ternyata merupakan Negara-negara yang paling banyak melakukan korupsi dan tampaknya sukar memberantas korupsi karena miskin Pemerintahannya bobrok
Korupsi adalah suatu jenis perampasan terhadap harta kekayaan rakyat dan negara dengan cara memanfaatkan jabatan demi memperkaya diri. Hal ini terjadi seperti di Negara tercinta Indonesia.
Dibantah atau tidak, korupsi memang dirasakan keberadaannya oleh masyarakat. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan telah menyebar luas ke seantero negeri. Terlepas dari itu semua, korupsi apa pun jenisnya merupakan perbuatan yang haram. Nabi saw. menegaskan: “Barang siapa yang merampok dan merampas, atau mendorong perampasan, bukanlah dari golongan kami (yakni bukan dari umat Muhammad saw.)” (HR Thabrani dan al- Hakim). Adanya kata-kata laisa minna, bukan dari golongan kami, menunjukkan keharaman seluruh bentuk perampasan termasuk korupsi.
Walaupun demikian, jalan menuju Allah itu banyak. Para ahli ma’rifat berkata, ”Jalan-jalan menuju ma’rifatullah sebanyak nafas makhluk.” Salah satu jalan ma’rifatullah adalah akal. Terdapat sekelompok kaum muslim, golongan ahli Hadis (Salafi) atau Wahabi, yang menolak peran aktif akal sehubungan dengan ketuhanan. Mereka berpendapat, bahwa satu-satunya jalan untuk mengetahui Allah adalah nash (Al Quran dan Hadis). Mereka beralasan dengan adanya sejumlah ayat dan riwayat yang secara lahiriah melarang menggunakan akal (ra’yu). Padahal kalau kita perhatikan, ternyata Al Quran dan Hadis sendiri mengajak kita untuk menggunakan akal, bahkan menggunakan keduanya ketika menjelaskan keberadaan Allah lewat argumentasi (burhan) aqli. Pada tulisan berikutnya, insya Allah akan kita bicarakan tentang Al-Qur’an, Hadis dan konsep ketuhanan.
Berikut daftar kasus korupsi di Indonesia:
1. Sudjiono Timan – Dirut PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI)
2. Eko Edi Putranto – Direksi Bank Harapan Sentosa (BHS)
3. Samadikun Hartono – Presdir Bank Modern
4. Lesmana Basuki – Kasus BLBI
5. Sherny Kojongian – Direksi BHS
6. Hendro Bambang Sumantri – Kasus BLBI
7. Eddy Djunaedi – Kasus BLBI
8. Ede Utoyo – Kasus BLBI
9. Toni Suherman – Kasus BLBI
10. Bambang Sutrisno – Wadirut Bank Surya
11. Andrian Kiki Ariawan – Direksi Bank Surya
12. Harry Mattalata alias Hariram Ramchmand Melwani – Kasus BLBI
13. Nader Taher – Dirut PT Siak Zamrud Pusako
14. Dharmono K Lawi – Kasus BLBI (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kasus_korupsi_di_Indonesia)

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Metode dan Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif. Metode ini digunakan karena peneliti ini dimaksudkan untuk mengungkapkan keadaan penelitian sebagai mana adanya berdasarkan data yang dikumpulkan pada saat penelitian dilakukan dengan penelitian kepustakaan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan memperjelas segala bentuk kegiatan yang akan dilakukan, termasuk langka-langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini.
Menurut Winarno Surachman (1985:131 dalam skripsi minarti) untuk mencapai tujuan penelitian diperlukan metode penelitian yang merupakan cara utama untuk mencapai tujuan. Urgensi sebuah metode dalam sebuah penelitian dimaksudkan untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih objektif dan dapat menghindarkan peneliti dari cara berfikir dan pemecahan masalah yang bersifat spekulatif.
B. Teknik Pengumpulan Data
Kecermatan dan ketetapatan dalam memilih teknik serta alat pengumpul data, sangat berbengaruh pada objektivitas hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang tepat dalam suatau penelitian akan memungkinkan pemecahan masalah secara valid dan realibel. Menurut Hadari Nawawi (1983:94-95 dalam skripsi minarti) mengatakan bahwa untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian, ada beberapa teknik yang dapat dipergunakan.
C. Waktu dan tempat penelitian
Waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan penelitian ini lebih kurang 1 bulan yang dimulai dari akhir bulan Mei 2010. Adapun tempat penelitian yang penulis lakukan kajian kepustakaan, sehingga sering berkunjung ke perpustakaan dan mencari sumber referensi yang sesuai dengan kajian karya tulis ini.
BAB IV
PENGKAJIAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN

Dalam suatu riwayat dikemukkan bahwa kaum musyirikn meminta penjelasan tentang-tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah SAW, dengan berkata”jelaskan kami sifat-sifat Rabb-mu” sebagaimana diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim da Ibnu Khuzaimah, dari Abul ‘Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab diriwayatkan pula at-Thabarani dan Ibn Jarir, yang bersumber dari Jabir bin Abdillah. Kemudian turunlah surah al-Ikhlas:1-4. Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa beberap orang yahudi di antaranya ka’ab bin al-Asyraf dan Hayy bin Akhtab, menghadap Nabi SAW, meraka berkata “Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Rabb yang mengutusmu. Kemudian turunlah surah al-Ikhlas:1-4 (diriwayatkan oleh ibn Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, diriwayatkan pula oleh ibn jarir yang bersumber dari qatadah. Dan diriwayatkan pula oleh ibnul mundzi ryang bersumber dari sa’id bin jubai. Berdasarkan ini dapatlah ditegaskan bahwa surat ini Madaniyah. (Dahlan, H.A.A dan Al-Fairisi, M.Zaka 689-690)
Ulama membagi ketauhidan menjadi beberapa peringkat sebagaimana dalam (Ja’far Subhani,1996:14-29)sebagai berikut peringkat tauhid:
1. Tauhid dalam Zat Allah
Maksudnya ialah bahwa Allah swt adalah Esa, tidak ada yang menyamai-Nya, dan tak ada padanan bagi-Nya. Sebagaiman Allah swt berfirman dalahm surah al-Ikhlas:1-4
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Syaikh Ja’far Subhani:1996,14)
Jelaslah ayat di atas menjadikan bahwa Allah swt Maha Tunggal tidak ada yang menyamainya.
2. Tauhid dalam Penciptaan
Yang dimaksud dengan hal ini adalah “penciptaa yang sebenarnya” dalam wujud alam semesta ini selain Allah, dan tidak ada pelaku yang bertindak sendiri dan merdeka sepenuhnya selain Allah. Bahwa Allah swt menciptakan alam semesta ini baik binatang-binatang, bumi, gunung-gunung, manusia, hewan, malaikat, jin, petir, tumbuh-tumbuhan, dan segala yang ada di alam semesta ini.
3. Tauhid dalam Hal Rububiyah dan Pentadbirah
Maksudnya adalah bahwa alam raya ini diatur oleh pengelola (mudabbir), pengendali tunggal, tak disekutui oleh siapa dan apapun dalam peneleolaan-Nya.
4. Tauhid dalam Penetapan Hukum dan Perundang-Undangan
Bahwa kehidupan sosial manusia memerlukan penetapan hukum dan perundang-undangan yang mengatur segala hal masyarakat dalam setiap kondisinya. oleh karena itu tak seorang berakal pun meragukan hal tersebut. Sebagaimana firman Allah swt:
“ Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali Hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusut:40)

Yang dimaksud al-hukm itulah hanyalah Allah semata artinya membatasi hak kekuasaan yurisikasi dan kedaulatan hukum tertinggi hanya bagi Allah saja.
5. Tauhid dalam Hal Ketaatan
Maksunya adalah tiadanya siapapun yang wajib ditaati secara mutlah kecuali Allah swt. Dialah satu-satunya yang wajib dipatuhi perintah-perintah-Nya. Sebagaiman firman Allah swt.
•                 
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu .dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. At-Thaghobun:16)

6. Tauhid dalam Hal Kekuasaan Pemerintahan
Tak seorang pun yang waras akalnya meragukan bahwa adanya pemerintahan yangmenguasai Negara merupakan kebutuhan alami demii menjaga ketertiban masyarakat, memajukan kebudayaan dan peradaban, serta menjelaskan setiap individu tentang kewajiban, tugas dan hak masing-masing.
7. Tauhid dalam Ibadah
Maksudnya adalah ditujukannya ibadah hanya kepada Allah swt semata. Hal ini merupkan yang sepakati oleh seluru kaum Muslimin, tak seorang pun berbeda pendapat, baik di masa lalu maupun sekarang. Seorang tidak dapat disebut sebagai Muslim sebelum mengakui pokok sangat penting ini,

Di dalam Al-Qur’an term ketauhidan banyak disinggung sebagaimana yang dikutip dalam (Baiquni,1996:76) berikut ini:
• Allah maha esa: An-nisa”171,
Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu,dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari Ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

• Tamsil tentang keesaan Allah: ar-ruum:28
Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang Telah kami berikan kepadamu; Maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.

Sahabat Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari kalangan kabilah Quraisy yang telah membeli seorang sahaya wanita penyanyi. Juwaibir mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Nadhr bin Harits; ia membeli seorang sahaya perempuan penyanyi. Nadhr adalah orang yang paling tidak suka mendengar orang masuk Islam, setiap ia mendengar ada orang mau masuk Islam, pastilah ia mengajak orang itu kepada penyanyinya, lalu ia memerintahkan kepada penyanyinya, “Berilah ia makan dan minum, kemudian sajikanlah nyanyian-nyanyianmu kepadanya. Hal ini lebih baik daripada apa yang diserukan Muhammad kepadamu, yaitu salat, puasa dan kamu berani mengorbankan jiwamu demi membela agamanya.”

• Menentang keesaan Allah: shad:4-7
4. Dan mereka heran Karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.
5. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya Ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.
6. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, Sesungguhnya Ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.
7. Kami tidak pernah mendengar hal Ini dalam agama yang terakhir Ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

Tauhid dalam ibadah, serta pembebasan diri dari belenggu kemusyrikan dan keberhalaan, merupakan terpenting di antara ajarang-ajaran agama-agama samawi, dan paling menonjol di antrara risalah-risalah para Nabi.
Sangat sulit memberikan uraian tentang akar-akar keberhalaan ataupun menuhankan sesuatu yang tidak layak, asal penyimpangan akidah ini, serta pertumbuhannya di kalangan manusia. Apalagi permasalahan yang kini di Indonesia komplit sekali.
Ketauhidan dalam segala sesuatu adalah hanya kepada Allah lah semua batasan hakiki, tidak dapat ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu ketika dalam diri seseorang hanya satu kesatuan dengan Rabbnya maka ia tidak akan melakukan penyimpangan dari aturan agama.
Berbicara tentang penerapan ketauhidan ini, dalam tulisan ini penulis menyoroti karakter manusia yang menuhankan materi semata, artinya demi mencari materi ataupun akibat takut dengan atasan menyebabkan seseorang lalai dengan aturan yang telah disyariatkan oleh agama salah satunya korupsi.
Korupsi ialah menyalahgunakan atau menggelapkan uang/harta kekayaan umum (negara, rakyat atau orang banyak) untuk kepentingan pribadi. Praktik korupsi biasanya dilakukan oleh pejabat yang memegang suatu jabatan pemerintah. Dalam istilah politik bahasa Arab, korupsi sering disebut ‘al-fasad’, atau ‘risywah’. Tetapi yang lebih spesifik, ialah “ikhtilas” atau “nahb al-amwal al-`ammah”.
Banyak persoalan yang terjadi di tubuh bangsa ini akibat lemahnya Tauhid dan kuatnya kesyirikan di tengah-tengah kita. Korupsi yang telah menggoyahkan negri ini misalnya, jelas-jelas merupakan fenomena lemahnya Tauhid para pelakunya. Buktinya, para koruptor lebih takut kepada makhluk daripada Allah Azza wa Jalla. Para koruptor itu lebih takut kepada ancaman hukuman dunia daripada adzab Allah Azza wa Jalla di akhirat. Para koruptor itu lebih takut kepada pengawasan dan penyadapan aparat daripada pengawasan Allah Azza wa Jalla kemudian pencatatan para malaikat Allah yang tak pernah berhenti sekejap pun!
Seandainya Tauhid kita kuat dan benar, maka sebesar apapun peluang untuk melakukan kemaksiatan di hadapan kita tak akan menggoyahkan kita, karena di hati ini telah terhunjam rasa takut yang jauh lebih besar hanya kepada Allah. Dalam pikiran kita selalu terbayang betapa beratnya saat-saat pertanggungjawaban di hadapan Allah nanti. Jiwa ini selalu mengingat betapa mengerikannya siksa Allah di dalam neraka Jahannam, wana’udzu billahi min dzalik.
Meskipun meyakini adanya Tuhan adalah masalah fithri yang tertanam dalam diri setiap manusia, namun karena kecintaan mereka kepada dunia yang berlebihan sehingga mereka disibukkan dengannya, mengakibatkan mereka lupa kepada Sang Pencipta dan kepada jati diri mereka sendiri. Yang pada gilirannya, cahaya fitrah mereka redup atau bahkan padam.

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan fokus penelitian, paparan data, pembahasan dan temuan penelitian yang telah dibahas pada bab-bab di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa “Penerapkan Aspek Ketauhidan Dalam Konsep Pendidikan Islam (Telaah Surah Al-Ikhlas 1-4)” adalah sebagai berikut:
1. Dalam beribadah hanya kepada Allah swt semata;
2. Menuhankan sesuatu selain Allah berarti telah menduakan-Nya;
3. Terjadinya gejala sosial pemerintahan menyebabkan terjadinya penyelewenangan kekuasaan diantaranya terjadi korupsi;
4. Terjadinya korupsi dikarenakan kurangnya ketauhidan dalam diri seseorang.
B. SARAN
Berdasarkan dari kesimpulan di atas, maka peneliti menyampaikan saran sebagai berikut:
a. Dengan adanya karya ini dapat memberikan kontribusi buat perkembangan ilmu pengetahuan di masa akan datang
b. Penulis harapkan lebih mengenal ketauhidan secara utuh sehingga senantiasa taat dalam menjalankan aturan agama

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Online
Shihab, M. Quraisy. 1997. Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Tafsir Atas Surat-Surat Pendek Berdasarkan Turunnya Wahyu. Bandung: Pustaka Hidayah
Baiquni,N.A.Dkk. 1996. Indeks Al-Qur’an: Cara Mencari Ayat Al-Qur’an. Surabaya: Arkola
Beheshti, Muhammad Husaini. 2003. Metafisika Al-Qur’an: Menangkap Intisari Tauhid. Bandung: Mizan Media Utama.
Dahlan, H.A.A dan Al-Fairisi, M.Zaka. Asbabul Nuzul (Latar Belakang Turunnya Ayat-Ayat Al-Qur’an). Bandung: CV Diponegoro.
Subhani, Syaikh Ja’far.1996. Tauhid dan Syirik. Bandung: Anggoya IKAPI.
Qaradhawi, Yusuf.2004. Allah Sang Wujud: Hakikat atas Entitas Ciptaan-Nya: Surabaya. Risalah Gusti.
http://smp3smi.wordpress.com/2009/06/03/korupsi-dalam-pandangan-syariat/ didownload pada tanggal 25 April 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kasus_korupsi_di_Indonesia didownload pada tanggal 25 April 2010

TULISAN INI DIBUAT DALAM RANGKA PERLOMBAAN DI POLNEP PONTIANAK

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar, SKRIPSI