Category Archives: Kapita Selekta Pendidikan

resume mata kuliah kapita selekta pendidikan

oleh : steoes assakkurae
Indentifikasi problem utama yang dihadapi pendidikan Islam
1. Lack of vision
Menurut Ismail Raji al Faruqi tak ada upaya menuntut ilmu tanpa spirit, dimana spirit ini sendiri tentu tidak bisa di-copy, melainkan dinyatakan dalam sebuah visi diri, dunia dan realitas, yang secara ringkat dimotivasi oleh agama.
2. Kesalehan individual dan ketertinggalan teknologi
Kategori ibadah ghairu makhdah yang cakupannya lebih luas semisal solidaritas sosial, etika politik, kewajiban menuntut ilmu, masalah pergaulan, kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitas, kerjasama antar bangsa, pengembangan sumber daya manusia, dan lain-lain kurang mendapat perhatian.
Penyempitan makna beribadah menimbulkan dampak yang besar atas sikap mereka terhadap sain dan teknologi. seolah-olah sains dan teknologi tidak ada kaitannya dengan kesalehan dan ketakwaan. Padahal justru di bidang sain dan teknologi inilah umat Islam saat ini jauh tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara lain.
3. Dikotomi ilmu
Adanya pemahaman bahwa menuntut ilmu agama itu tergologn fardu ain dan ilmu-ilmu non agama fardhu kifayah. Maka menimbulkan banyaknya umat yang mempelajarai agama sebagai suatu kewajiban seraya mengabaikan petingnya ilmu-ilmu non agama.
4. Tradisi berpikir normatif-deduktif
Praktek pendidikan lebih menekankan aspek kognitif semata. Siswa hanya belajar tentang materi pengetahuan tertentu melalui transfer of knowledge dari orang yang dpandag lebih tahu, yakni guru.

Pesantren: ketahanan sebuah lembaga pendidikan Islam
• Pesantren sebagai “ learning community”
Santri (sebutan untuk warga yang menuntut ilmu) hidup, belajar, beribadah dan bekerja di bawah bimbingan kiai dan dibawah perlindungannya. Dalam perkembangannya, learning community ini juga mengenal tataran-tataran belajar, juga spesialis keilmuan, sebagaimana layaknya pendidikan di masa kini pada umumnya. Kiai adalah pemimpin sekaligus pemilik pesantren. ia memimpin dan mengarahkan pendidikan di pesantren berdasarkan pandangan atau pun pandangan yang diwarisi dari pandangan pendahulunya.
• Ciri pendidikan pesantren
a. Terjalinnya hubungan yang akrab dan familiar antara kiai dengan santri
b. Kepatuhan santri kepada kiainya
c. Kehidupan relatif sederhana
d. Semangat mandiri
e. Disiplin yang terjaga
f. Saling membantu
g. Meneladani kehidupan kiai, khususnya ruhaniahnya.

• Fungsi pesantren
1. Melakukan transfer/transmisi ilmu-ilmu keislamanan
2. Memeliharaan tradiri Islam
3. Menjaga fungsi reproduksi ulama (Azyumardi Azra)
Tanggung jawab intelektual Muslim
Ulil albab sebagai istilah yang digunakan al Qur’an untuk intelektual Muslim. Menurut Dr.Muhammad Hijazi ada 8 sifat ulul albab dalam surah ar Rad:20-24. Kaitan ayat tersebut dengan sifat intelek muslim.
1. Kewajiban
Yaitu memenuhi janji Allah dan menyambung apa yang Allah perintahkan untuk menyambungnya. Perjanjian Allah disebut mitsuq. Dalam hal ini intelektual Muslim berfungsi sebagai integrator, katalis, pemersatu dan muwahid
2. Akhlak
Seorang intelektual Muslim harus mempertanggung jawabkan apa yang ia kerjakan di dunia ini: ia takut pada perhitungan yang jelek, teguh, penuh komitmen, tabah, ikhlas karena Allah.
3. Metode
Cara utama untuk menerapkan nilai-nilai Islam adalah membentuk tempat shalat, mengisinya dengan program-program keislaman dan menjadikannya sebagai jantung Islamisasi. Kedua dengan menggalakkan infak. Ketiga menolak jelek dengan kebaikan.

2 Komentar

Filed under All Daftar, Kapita Selekta Pendidikan

Kuliah Sansot

sekian lama aku menunggu…
untuk kedatangannmu…
(ridho roma song)

lirik di atas sangat cocok buat kami spupe yang menantikan kedatangan pak Sudarto sebab sudah tiga minggu tidak ada kabar-kabarnya mengajar, hanya saja beliau menitipkan 2 lembaran bacaan buat kami.
kemaren (selasa,23 Agustus 2011) spupe berharap dapat beliau dapat hadir untuk memberikan perkulihan terakhir, namun di luar perkiraan kami semua, hal itu menjadi hampa, ada sedikit kesal buat kami karena pasca ramadhan harus kuliah lagi…capek dech….
pak Darto seorang pengajar atau dosen di STAIN yang kemungkinan beliaullah paling senior dari dosen lainnya sebab melihat penampilannya saja sudah dapat ditebak.
inilah kondisi perkuliahan ketika beliau mengajar mata kuliah kapita selekta pendidikan di kelas spupe. pada darto ketika mengajar kurang memperhatikan para mahasiswa sehingga akibatnya ada yang asyik main laptop, ngobrol alias ngosip, bahkan ada yang tidur. saking sibuknya beliau (entah apa kesibukannya) dari jadwal yang sudah ditentukan hanya dua kali saja. padahal mata kuliah seperti masail fiqliyah,psikologi agama,pendidikan luar sekolah sudah selesai semuanya.

so… yang salah siapa y ??? mahasiswa atau prodi tarbiyah ataupun dosen yang bersangkutan….ehm.. klo hemat penulis sih…(bukan berarti mau menangkan mahasiswa) yang salah adalah prodi yang tidak menegaskan kebijakan selaku pejabat yang berwewenang dalam penentuan pengajar ataupun jadwal perkuliahan, akibatnya yang sasaran korbannya ujung-ujungnya adalah mahasiswa. apabila jadwal perkulihan harus selesai dalam jangka anggap saja 1 bulan, maka tidak ada lagi alasan bagi dosen yang bersangkutan untuk mengatakan sibuk, tidak sempat dan lain sebagainya.

klo seperti itu, apa kerjaan prodi, sehingga untuk menentukan jadwal perkuliahan sering SANGSOT….yang sebenarnya mata kuliah (masail fiqliyah,psikologi agama,pendidikan luar sekolah dan kapita selekta pendidikan) untuk semester 8 yang bersamaan dengan kegiatan sebelum KKL. kebijakan yang dibuat seringkali tidak berpihak pada mahasiswa.

sebenarnya kasus-kasus seperti ini sudah ada sejak perkuliah semester awal. seolah-olah kejadian ini tidak dijadikan bahan evalusi, bahkan makin SANGSOT…..

HIDUP MAHASISWA…….

Komentar Dinonaktifkan pada Kuliah Sansot

Filed under All Daftar, Kapita Selekta Pendidikan, Pendidikan Luar Sekolah