Uang Caleg Haram?

Tahun 2014 dikenal para politiker sebagai tahun politik pasalnya ditahun ini republik Indonesia raya dari sabang sampai maraoke akan menggelar pemilihan pejabat legislatif dan eksekutif.
Sebagai seorang awam tentang dunia perpolitikan berdasarkan pengamatan saya mengurai terkait aktivitas fenomena perpolitikan dinegeri ini.
Sedikit memang pengalaman saya, beberapa tahun yang lalu ditempat saya tinggal diselenggarakan pemilihan gubernur, nah disitu saya diajak teman untuk berpartisipasi dalam surve proses pemilihan gubernur di TPS. Kemudian beberapa bulan yang lalu (2013) saya juga berkesempatan lagi menjadi pengamat proses pemilihan walikota. Dari 2 pengalaman tersebut belum saya temukan bentuk-bentuk kecurangan. Wong ngisi lembara quesinor doang, seperti mendiskripsikan kondisi TPS, data-data kuantitatif. atau mungkin tempat saya bebas kecurangan gitu ya.
Lain lagi saat saya menyimak siaran media elektronik seperti televisi. Diberitakan dibeberapa daerah terjadi kecurangan-kecurangan dalam proses pilgub maupun pilkot. Bahkan dilengkapi juga rekaman amatir tampak terjadinya kecurangan.
Bentuk kecurangan seperti apa? Kalau menurut pengamatan saya kecurangan dalam bentuk curi start kampanye, politik uang, serangan fajar, mungkin ada istilah lain lagi yang saya kurang kenal. Tapi yang akan saya soroti kali ini adalah seputar politic money/politik uang/politik duit.
Apa sih makna politik uang itu? Apakah sama dengan menyuap, menyogok atau apa? Intinya si memberikan “uang” kepada orang akan memilih. Terus apa ada jaminan yang diberi uang tersebut akan memilih yang mencalon itu?
Terkait dengan beri memberi ini, memang bukan lagi rahasia umum, bahkan sudah jadi komoditi utama agar dipilih oleh masyarakat. Penjabaran dari politik uang ini sudah semakin luas, artinya ketika seorang misalnya menjadi calon legislatif, agar mendapat simpati oleh pemilih maka ia akan melakukan istilah sekarang itu BLUSUKAN ke lingkungan sekitar masyarakat seperti memperbaiki jalan gang, memberikan bantuan sandang dan pangan, dan lain-lain.
Jika seperti itu ada udang dibalik bakwan bukan ! tanggapan masyarakat tentang itu ada yang pro dan ada yang kontra. Misalnya tetap mengambil uang yang diberi tapi belum tentu memilih yang calon itu, atau ada juga yang mutlak menolaknya. Bagi masyarakat yang bijak tentu tak akan terpengaruh dengan hal tersebut.
Aneh sekali jika pada saat musim kampanye baru heboh mau blusukan, sosialisasi (sok sosial). Kalau hari bisa tegur sapa pun tidak pernah. Kan namanya juga kampanye musti blusukanlah biar dikenal dan dipilih. Kalau udah menjabat lupa segala-galanya….Hehehehe…..
Yups Semoga 9 April 2014 nanti para calon Legistlatif tidak menghalalkan segala cara untuk menduduki jabatan legislatif. Jadilah pribadi damai dan tangguh Apabila sudah menggunakan cara-cara kotor yang dipakai sungguh tak akan BERKAH.
Jadilah menjadi politiker santun, yang dapat menyuarakan aspirasi masyarakat menuju kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan. ^_^

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s