metodologi pendidikan luar sekolah

A. Metode Dalam Pendidikan Luar Sekolah
Menurut Monis metode mengandung unsur prosedur yang disusun secara teratur dan logis serta dituangkan dalam suatu rencana kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menurut Moeliono adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. (Endin Mujahidin 2005:44)
Berbeda dengan metode yang banyak digunakan dalam pendidikan sekolah ,maka dalam pendidikan luar sekolah lebih banyak menggunakan metode-metode pendidikan yang lebih banyak memberikan kebebesan kepada warga belajar untuk bisa mengebangkan minat dan bakatnya. Martha M. Leopoldt memperkenalkan adanya beberapa metode pendidikan luar sekolah antara lain:
1. Merangkum buku.
2. Curah Pendapat (Brainstrorming).
“Salah satu bentuk berpikir kreatif sehingga pertimbangan memberikan untuk
berinisiatif kreatif.Peserta diharapkan mencurahkan ide yang timbul dari pikirannya”.
3. Mengajukan pertanyaan.
4. Forum debat.
5. Diskusi dengan menggunakan film.
6. Diskusi kelompok.
7. Wawancara.
8. Ceramah.
9. Tanya jawab.
10. Bermain peranan.
11. Seminar.
(http://kurtekdik06.blogspot.com/2008/05/metode-belajar-pendidikan-luar-sekolah.html)

B. Faktor-Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Atau Menggunakan Metode Pendidikan Luar Sekolah
1. Tujuan belajar atau tujuan instruksional khusus yangakan dicapai.
2. Warga belajar yang menjadi sasaran didik.
3. Sumber dan fasilitas yang tersedia .
4. Waktu belajaryang tersedia/ yang digunakan.

C. Pengembangan Metode Belajar Pendidikan Luar Sekolah Berdasarkan Pendekatan Pembelajaran Dan Proses Belajar Yang Dirancang
a. Berdasarkan Pendekatan Pembelajaran PLS
1. Pendekatan berpusat pada masalah .
• Pamong belajar memberikan rangsangan dan menghidupkan suasana belajar.
• Rangsangan hanya untuk menghidupkan suasana belajar dan mengandung informasi .
• Warga belajar berperan mengkaji masalah .
• Penekanan pada pemecahan masalah secara terpadu untuk menelaaah dan pemecahannya
2. Pendekatan Proyektif
• berperan menyajjikan cerita terbuka.
• Merangsang informasi dan pennnnnnngaruh sosial ekonomi.
• Warga belajar meyelesaikan cerita menurut perasaan
• Memberi penekanan daya nalar pada warga belajar.

3. Pendekatan perwujudan diri.
• pamong belajar menyajikan bahasan mentah .
• pemberian rangsangan gambar.
• Mendiskusikan dengan kelompok.
• menekankan pada kepercayaan diri.
4. Pendekatan belajar partisipatif.
• Tahap pembinaan keakraban .
• Tahap identifikasis masalah.
• Tahap penentuan tujuan kegiatan belajar.
• Tahap pennyusunan rencana kegiatan belajar .
• Tahap pelaksanaan program kegiatan belajar .
• Tahap evaluasi.

b. Berdasarkan proses belajar yang dirancang.
1. Proses belajar yang dirancang untuk membantu warga belajar menata kembali pengalaman masa lampau.
2. Proses belajar yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru.
(http://kurtekdik06.blogspot.com/2008/05/pengembangan-metode-pendidikan-luar.html)

D. Metode-metode dalam pendidikan sosial
Dalam pendidikan sosisal, metode yang digunakan dapat ditinjau dari:
a. Cara Penyampaiannya
Karl Manheim menunjukkan adanya dua metode yang dapat digunakan yaitu:
1. Metode langsung
Adalah Mengadakan hubungan langsung secara pribadi dan kekeluargaan dengan individu-individu yang bersangkutan. Metode ini dapat dilaksanakan secara efektif bila:
• Ditujukan pada kelompok-kelompok kecil seperti: keluarga, tetangga, masyarakat desa.
• Si petugas secara mendalam sudah mengetahui kelompok yang menjadi sasarannya seperti: kebiasaan, tradisi, mata pencaharian dll.
• Disamping itu petugas harus memiliiki sifat-sifat seperti: ramah, periang, pandai, simpatik.
2. Metode tak langsung
Adalah mengadakan hubungan secara tidak langsung kepada individu atau masyarakat yang menjadi sasaran. Misalnya dalam hal ini dapat ditempuh dengan mengubah:
• Kebiasaan, aturan yang sedang berlaku di masyarakat.
• Organisasi yang ada di masyarakat
• Struktur kekuasaan di masyarakat
• Cara bekerja
b. Banyaknya anak didik
Dalam hal ini TB. Bachtiar Rifal mengungkapkan adanya tiga macam metode:
1. Masa teaching method, yakni metode yang ditujukan pada massa.
2. Group teaching method, yakni metode yang ditujukan pada kelompok
3. Individual teaching method, yakni metode yang ditujukan pada individu
c. Media yang digunakan
1. Objective illustration adalah metode yang menggunakan media yang dapat dilihat oleh panca indra
2. Oral transmission adalah metode yang menggunakan media yang dapat didengar
3. Printed materials adalah metode yang menggunakan media tertulis

DAFTAR PUSTAKA

Soelaiman Joesoep, 2008, Konsep Dasar PLS, Jakarta: Bumi Aksara

http://kurtekdik06.blogspot.com/2008/05/pengembangan-metode-pendidikan-luar.html

http://kurtekdik06.blogspot.com/2008/05/metode-belajar-pendidikan-luar-sekolah.html

Endin Mujahidin, 2005, Pesantren Kilat, Jakarta: Pustaka al Kautsar

Djudju Sudjana, 2006, Evaluasi Program, Bandung: Remaja Rosdakarya

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar, Pendidikan Luar Sekolah

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s