ANJURAN BERDAKWAH DENGAN LEMAH LEMBUT

oleh susanto
Peta Konsep

1. Membaca surah Ali Imran ayat 159-160
 Arti kosa kata
 Terjemahan surah Ali Imran ayat 159-160
 Hukum bacaan yang terdapat pada surah Ali Imran ayat 159-160
 Asbab al-Nuzul
2. Penjelasan surah al-Imran ayat 159-160 dan sari makna
3. Hadits tentang perintah bersikap lemah lembut
 Arti kosa kata
 Terjemahan hadits
 Penjelasan hadits dan sari makna

4. Analisis

1. Membaca Surah Ali Imran Ayat 159-160

                              •                         
a. Arti Kosa Kata
Maka dengan rahmat : 
Kamu berlaku lemah lembut : 
Keras : 
Berhati kasar : 
tentulah mereka menjauhkan diri : 
Maafkanlah : 
Bermusyawarah : 
Kamu membulatkan tekad : 
Maka bertawakallah : 
Orang-orang bertawakkallah : 
Yang mengalahkan : 
Membiarkan kamu : 
Menolong kamu : 
b. Terjemahan Surah Ali Imran Ayat 159-160

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[1]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
160. jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

[1] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

c. Hukum bacaan yang terdapat pada surah Ali Imran ayat 159-160
1. Bacaan nun mati dan tanwin
• Idzhar Halqi yakni membunyikan nun mati atau tanwin dengan jelas dan terang, pada ayat ini terdapat pada kata  ,
 dan  
• Idhghom Bighunnah yaitu memasukkan bunyi nun mati atau tanwin kepada huruf yang berikutnya, sehingga jadi keduanya seperti satu huruf yang bertasydid, dan memasukkannya itu dengan mendengungkan suara. Pada ayat ini terdapat pada kata  
• Ikhfa’ yakni menyamarkan bunyi nun mati atau tanwin antara idzhar dan idghom bighunnah, pada ayat ini terdapat pada kata , , , dan  .
• Iqlab yaitu membalikkan atau menukarkan bunyi nun mati atau tanwin menjadi bunyi mim. Pada ayat ini terdapat pada kata 
2. Bacaan mim mati
• Idghom mimi atau idghom mutamatsilain yakni memasukkan mim sukun kepada huruf yang berikutnya dengan berdengung. Pada ayat ini terdapat pada kata .
• Idzhar syafawi yakni membunyikan mim sukun dengan terang dibibir dengan mulut tertutup dengan tanpa didengungkan. Pada ayat ini terdapat pada kata   ,     , , dan  .
3. Bacaan ghunnah yakni mim dan nun yang bertasydid dibaca dengan berdengung, mengenai panjangnya yakni 3 harakat atau 1,5 alif. Pada ayat ini terdapat pada kata     dan   •.
4. Bacaan mad
• mad asli atau mad thobi’i yakni apabila alif didahului oleh baris fathah, ya mati didahului oleh baris kasrah dan wau mati di dahului oleh baris dhommah. Pada ayat ini terdapat pada kata , , , , dan .

• Mad ’aridh lissukun yaitu mad thobi’i yang bertemu dengan huruf yang yang disukunkan karena berhenti, boleh dipanjangkan 2 harakat akan tetapi lebih bagus dipanjangkan 6 harakat. Pada ayat ini terdapat pada kata  dan . (Muhammad Qusyairi,1995:6-15)
d. Asbab al-Nuzul

Setelah dalam ayat-ayat yang lalu Allah membimbing dan menuntun kaum muslimiin secara umum, kini tuntunan diarahkan kepada nabi Muhammad saw, sambil menyebutkan sikap lemah lembut nabi kepada kaum muslimin. Khususnya mereka yang telah melakukan kesalahan dan pelanggaran dalam perang Uhud. Sebenarnya cukup banyak hal dalam peristiwa peristiwa perang Uhud yang dapat mengundang emosi manusia untuk marah, namun demikian cukup banyak pula bukti yang menunjukkan kelemah lembutan Nabi saw, beliau bermusyawarah dengan mereka sebelum memutuskan berperang, beliau menerima usul mayoritas mereka, walau beliau sendiri kurang berkenan. Beliau tidak memaki dan mempersalahkan pemanah yang meninggalkan markas mereka tetapi hanya menegurnya dengan lembut. Ini merupakan sekilas dari sebab turunnya ayat ini.
2.Isi Kandungan Surah Ali Imran Ayat 159-160

Dalam ayat 159 surat al-Imran, Allah memperingatkan kepada Muhammad SAW, agar bersikap lemah lembut dan sopan santun ketika mengajak umatnya kepada ajaran agama Islam. Jangan sekali-kali berlaku kasar kepada mereka meskipun belum menerima ajakannya bahkan Allah SWT menganjurkan kepada Muhammad untuk mendoakan kebaikan mereka yang belum taat ini pernah dilakukan nabi Muhammad ketika beliau mengajak orang Taif masuk Islam, mereka bukan menerimanya dengan baik justru mereka mengusir nabi dengan kasar bahkan mereka menyakitinya. Namun nabi tidak marah bahkan mendoakan mereka:

Artinya; ya allah berikan petunjuk kepada kaumku karena mereka belum mengerti
Ini merupkan doa nabi Muhammad kepada orang-orang yang belum mau mengikuti ajaran yang dibawanya yaitu bahwa yang harus disembah hanyalah Allah. Perintah untuk bersifat lemah lembut kepada audien itu betul-betul dilaksanakan oleh nabi, dalam menjalakan dakwahnya, sehingga dalam waktu yang tidak lama dakwah beliau dapat diterima oleh kalangan kafir yang semula sangat menentang ajakannya. Ini berkat dakwahnya yang lembut dan tidak memusuhi.(Moh.Matsna,2006:11)
Dalam ayat 160 Allah menegaskan kembali bahwa Allah selalu memberikan pertolongan kepada hamba-hambaNya yang lemah lembut dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT, hamba-hambaNya yang santun dan tidak menyombongkan diri, dan hamba-hambaNya yang senantiasa menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah semata. Hamba yang pantas mendapatkan pertolongan Allah itu adalah mereka yang telah membuktikan kesabarannya dalam menghadapi berbagai goncangan, yang tetap istiqomah dan pantang menyerah.(http://khilafatulmuslimin.wordpress.com, diakses pada tanggal 04 November 2009)
Salah satu yang menjadi penekanan pokok ayat ini adalah perintah melakukan musyawarah, Ini penting, karena petaka yang terjadi diperang uhud didahului oleh musayawarah yang disetujui oleh mayoritas kendati demikian, hasilnya sebagaimana yang telah diketahui kegagalan hasil ini beoleh jadi mengantarkan seseorang untuk berkesimpulan bahwa musyawarah tidak perlu diadakan, apalagi bagi rasulullah, maka karena ayat ini dipahami sebagai pesan untuk melakukan musyawarah. Kesalahan yang dilakukan setelah musyawarah tidak sebesar kesalahan yang dilakukan tanpa musyawarah, dan kebenaran yang diraih sendirian tidak sebaik yang diraih bersama.(M.Quraisy Syihab, 2000:244)
Kata musyawarah terambil dari akar kata syawara yang pada mulanya bermakana”mengeluarkan madu dari sarang lebah” makna ini kemudian berkembang sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain termasuk pendapat (M.Quraisy Syihab, 2000:244)
Pada ayat ini disebutkan tiga sifat dan sikap secara berurutan disebut yang diperintahkan kepada nabi Muhammad untuk dilaksankan sebelum musyawarah, penyebutan ketiga hal itu walaupun dari segi konteks turunnya ayat mempunyai makna tersendiri yang berkaitan dengan perang Uhud namun dari segi pelaksanan dan esensi musyawarah, ia menghiasi nabi Muhammad saw dan setiap orang yang melakukan musyawarah. Setelah itu disebutkan lagi satu sikap yang harus diambil setelah adanya musyawarah dan bulatnya tekat.

Pertama, berlaku lemah lembut, tidak kasar dan tidak berhati keras.
Seorang yang melakukan musyawarah, apalagi yang berada dalam posisi pemimpin, yang pertama harus dihindari adalah tutur kata yang kasar serta sikapmkeras kepala. Karena jika tidak maka mitra musyawarah akan bertebaran pergi. Petunjuk ini dikandung oleh penggalan awal ayat diatas.
Kedua, memberi maaf dan membuka lembaran baru. Dalam bahasa ayat diatas: fa’fu ‘anhum. Maaf secara harfiah berarti menghapus. Memaafkan adalah menghapus bekas luka hati akibat perlakuan pihak lain yang dinilai tidak wajar. Itu perlu karena tiada musyawarah tanpa adanya pihak lain. Sedangkan kecerahan pikiran hanya hadir bersamaan dengan sirnanya kekeruhan hati. (M.Quraisy Syihab, 2000:244-245)
 Sari Makna
1. Seorang dai harus berjiwa besar dan berakhlak mulia dalam menghadapi audiens yang bermacam-macam watak dan perangainya.
2. Untuk mencari langkah yang baik dalam menyampaikan dakwah, seorang dai harus selalu bermusyawarah dengan berbagai pihak yang terkait.
3. Seorang dai tidak boleh menentukan target keberhasilan dakwahnya tetapi hasil usahanya itu harus diserahkan saja kepada Allah. (Moh.Matsna,2006:11)
4. Dari ayat diatas allah memerintahkan nabi Muhammad saw, supaya bermusyawarah dalam segala urusan. Dan setelah melaksanakan musyawarah diharapkan supaya bertawakkal kepada Allah.(Bustami.A.Gani,1991:74)
3. Hadits Tentang Perintah Bersikap Lemah Lembut

a. Arti Kosa Kata
Permudahkanlah :
Jangan mempersulit :
Berilah kabar gembira :
Jangan menjauhkan :
Berlemah lembutlah :

b.Terjemahan Hadits
Dari abi burdah ia berkata: Nabi Muhammad mengutus kakekku abu musa dan mu’adz ke Yaman lalu bersabda: permudahlah dan jangan mempersulit, gembirakanlah dan jangan menjauhkan( membuat orang lari) dan berlemah lembutlah.” (HR. Bukhari muslim)
c.Penjelasan Hadits
Hadits ini menunjukkan bagaimana langkah dai dalam menyampaikan ajaran-ajaran islam kepada umat, yaitu:
1. Materi yang diberikan harus bertahap mulai yang lebih mudah sebelum menyampaikan yang lebih sulit.ini di maksudkan agar mereka nyaman dan betah dalam menerima ajaran islam yang disampaikan.
2. Materi yang diberikan yang berkaitan dengan pahala-pahala kebajikan dahulu sebelum ancaman dan siksa. Sebab sudah menjadi fitrah atau naluri manusia, bahwa setiap manusia selalu ingin yang baik-baik dan dan yang enak-enak.
3. Sikap seorang dai harus lemah lembut sesuai dengan petunjuk al-Quran diatas. Ini juga sama, karena fitrah manusia suka yang halus-halus dan yang lembut-lembut bukan yang kasar-kasar.
d. Sari Makna
Dari hadits diatas, dapat diambil beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh seorang dai, diantaranya:
1. Prinsip memudahkan dan tidak menyulitkan.
2. Prinsip menggembirakan dan tidak menyedihkan.
3. Prinsip mengayomi dan tidak menggurui.
4. Analisis
a. Fakta yaitu turunnya surah Ali Imran dimana disana menjelaskan perintah kepada nabi Muhammad untuk berdakwah secara lemah lembut.
b. Prinsipnya yaitu dapat dilihat dari sari makna hadits yang berbicara tentang berdakwah dengan lemah lembut, yakni dengan prinsip memudahkan, menggembirakan dan mengayomi.
c. Nilainya dapat dilihat dari sifat rasuluulah yang lemah lembut dalam berdakwah, memaafkan dan bertawakkal kepada Allah setelah melakukan ikhtiar.

Daftar Pustaka

Gani, Bustami.A dkk. 1991. al-Quran dan Tafsirnya. yokyakarta: dana bhakti wakaf

http://khilafatulmuslimin.wordpress.com/2009/01/29/tafsir-qs-ali-imron-3-159-160/ diakses pada tanggal 4 Nopember 2009

Shihab, M. Quraisy.2002. Tafsir al-Mishbah:Pesan, Kesan dan Keserasian vol:2. Jakarta: Lentera Hati.

Matsna, Moh.2006. al-Quran Hadits Madrasah Aliyah Kelas 3. Semarang: Karya Toha Putra

Qusyairi, Muhammad. Risalah Tajwid, Faidah Mestinya Bagaimana Membaca al-Quran. Pemangkih: al- Haramain.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Materi PAI

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s