PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)

oleh Nahrainill Ilmi
A. Pendahuluan
Pelajar islam Indonesia merupakan salah satu organisasi kaderisasi dan juga di sebut organisasi pasca kemardekaan karena berdirinya setelah baru berapa tahun Indonesia memproklamasikan kemardekaannya dari penjajah belanda. Dimana organisasi ini didirikan sebagai usaha untuk kaderisasi muslim dan candikia pemimpin yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran islam, ini sesuai dengan visi dan misi PII.
Adapun salah satu pendorong terbentuknya organisasi PII ini sendiri dalah dualisme sistem pendidkan dikalangan umat islam di Indonesia yang merupakan warisan kolonialisme Belanda yakni pondok pesantren dan sekolah umum, mengubah pandang yang berbeda tentang siswa dan santri dan juga gejolak politik sebagai mempertahankan kemerdekaan.
B. Latar Belakang berdirinya PII
Sejak tanggal 25 Februari 1947 Yoesdi Gazali sedang beri’tikap di mesjid besar kauman Yogyakarta terlintaslah dalam pikiran beliau gagasan untuk memebentuk sutu organisasi bagi para isalm yang dapat mewadahi segenap lapisan pelajar islam. Kemudian gagasan tersebut disampaikan dalam pertemuan di gedung Smp 2 sekodiningratan, yogyakarata. Adapun yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah Anton Timur Djailan, Amir Syahri dan Ibrahim Zarkasji dan semua yang hadir dalam pertemuan tersebut. Sepakat untuk mendirikan organisasi PII
Dan pada tanggal 4 mei i947 resmilah organisasi ini menjadi sebuah organisasi islam yang pertama didirikan di kota Yogyakarta, yang diantara pendirinya
1. Yoesdi Ghazali
2. Anton Timur Jaelani
3. Amir Syahri
4. Ibrahim Zarkasji
Adapun salah salah satu pendorong terbentuknya PII adalah dualisme sistem pendidikan dikalangan umat islam Indonesia yang merupakan warisan klonialisme Belanda yakni Pondok Pesantren dan sekolah umum. Masing-masin memiliki oreantasi yang berbeda, pondok pesantren berorientasi ke Akhirat sementara sekolah umum berorientasi ke Dunia. Akibatnya PII juga terjadi perpecahan menjadi dua bagian dan juga sebagai pendorong didirika PII ini adalah merupakan sebagai motivasinya gejolak politik untuk mempertahankan kemerdekaan da mengubah pandangan yang berbeda siswa dan santri.
Adapun sebagai visi dan misi PII sebagai berikut:
Visi
Kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan islam

Misi
Kaderisasi manusia muslim dan cendikia pemimpin.

C. Silsilah Ketua Umum Pengurus besar PII
1. Joesdi Ghazali 1947
2. Noersjaf 1947-1948
3. Anton Timur Jailani 1940-1952
4. Ridwan Hasjim 1952-1954
5. Amir Hamzah Wirjosuekanto 1954-1956
6. Ali Undaja 1956-1958
7. Wartomo Dwijuono 1958-1960
8. Taher Sahabuddin 1960-1962
9. Ahmad Juwaeni 1962-1964
10. Syarifuddin Siregar Pahu 1964-1966
11. Husnie thamrin 1966
12. Utomo Dananjaya 1966-1969
13. Husein Umar 1969-1973
14. Usep Tatuddin 1973-1976
15. Yusuf Rahimi 1973-1976
16. Ahmad Joenanie Aloetsjah 1976-1979
17. Mashuri Amin Mukhri 1979-1983
18. Mutammimul Ula 1983-1986
19. Colidin Ya’cubs 1986-1989
20. Agus Salim 1989-1992
21. Syaefunnur Mazzah 1992-1995
22. Abdul Hakam Naja 1995-1998
23. Djayadi Hanan 1998-2000
24. Abdi Rahmat 2000-2002
25. Zulfikar 2002-2004
26. Delianur 2004-2006
27. Muhammad Zaid Markarma 2006-2008

D. Perkembangan Organisasi PII
Pada tahun1996 melalui sistem kaderisasinya PII mengusung isu peradabannya yang mana gerakan islam ketika itu belum menyentuh sama sekali, itu menjadi ruh pergerakan PII dan pada tahun 1998 ini di PII budaya organisasi begitu kuat dengan tradisi keilmuan nuansa keislaman budaya ilmiah yang dibangun dan memberikan implikasi pada produtifitas dakwah PII. Nuansa struktur itu begitu kental dengan nuansa peradaban yang mau dibangun.
Pada saat ini PII pantas mendapatkan pertanyaan tentang ekstensinya dan ladang dakwahnya, sekarang tidak banyak pelajar yang pamalir dengan nama PII, tidak seperti 1998. Dimana pada saat itu feforma PII begitu mengakar dalam benak umat dan rakyat Indonesia. Sekarang apa yang harus dilakukan kader PII dalam masalah problematika ini.
Kita ketahui peradaban-peradaban islam yang telah dibangun dahulu kemudian mengalami keruntuhan yang disebabkan oleh problem ilmu, situasi ini yang tidak kondusif bagi pengembangan ilmuan pengetahuan itu telah mengakibatkan lemahnya penguasaan umat islam terhadap konsep-konsep sentral dan fundamental yang digali dari dalam ajaran dan pandangan hidup islam.
Selain sisi internal terdapat juga bukti-bukti adanya faktor eksternal yang menjadi penyebab lemahnya umat islam misalnya dalam bidang pendidikan sekuler yang dibawa bersama dengan proses penjajahan membawa serta penyebaran prinsip-prinsip ilmu, filsafat, dan cara pandang barat, tradisi-tradisi kebudayaan sekuler disebarkan melalui hiburan. Kondisi ini bisa saja berpengaruh terhadap PII sebagai miniature peradaban bahwa hilangnya tradisi ilmu, budaya ilmiah, nuansa keislaman adalah penyebab kemunduran kualitas kader PII.
Ditengah goncangan PII yang ditandai dengan problematika yang beranekaragam tidak mungkin menyerahkannya kepada pelajar yang menjadi objek dakwahnya ini juga kurang adanya jaminan mutu penyelesaian ketika menyerahkannya ketingkat struktur organisasi karena benturan kebijakan dan realitas dilapangan kadang-kadang membawanya pada kekerdilan dalam memandang realitas sehingga lebih banyak waktu untuk mengidentifikasi persoalan daripada merealisasikan solusi konstruktif yang telah diformulasikan satu-satunya jawaban adalah memulainya dari level yang paling atas dari jenjang kualifikasi kader di PII dengan asumsi bahwa mereka sebagai poros kaderisasi.
E. Kesimpulan
Organisasi PII adalah organisasi yang membentuk kaderisasi muslim dan cendikia yang terbentuknya atas dorongan dalam beberapa aspek diantaranya gejolak politik yang dijadikan sebagai untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengubah cara pandang yangberbdeda tentang siswa dan santri, siswa paham regular dan santri paham islam.
Organisasi PII ini juga disebut sebagai organisasi paska kemerdekaan di karenakan terbentuknya pII setelah dua tahun setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
Sekarang ini PII tidak berkembang seperti tahun 1998-nan yang dimana pada saat itu peforma PII sangat berurat akar dalam jiwa masyarakat dan umat manusia Indonesia yang dikarenakan budaya organisasi yang begitu kuat dengan tradisi keilmuan yang bernuansa islam.

F. Referensi
– Hasl wawancara dengan Anis Sarbani, Ketua Umum PWPII Kalbar periode 2009-2011
alamat : Jl Danau Sentarum,
komp sentarum Mandiri B3

tempat tanggal lahir : mempawah 1 desember 1984

http://id.wikipidia.org/wiki/pelajar islam indonesia

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s