jawaban soal sejarah pendidikan islam

oleh steofandi

1. a. Motivasinya untuk mengambil hati rakyat, mengharapkan pahala dan ampunan Allah, memelihara kehidupan anak-anaknya dikemudian hari, memperkuat aliran keagamaan bagi pembesar, melestaraikan kekuasaan politik dan paham teologi Asyari’ah. Tujuan adalah merupkan kebijakan politik pemerintahan atau penguasa Saljuk untuk mempertahankan kekuasaannya dengan mengambil simpati rakyat. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai:

v pengkaderan calon-calon ulama yang menyebarkan pemikiran sunni untuk menghadapi tantangan pemikiran syiah

v menyediakan guru-guru sunni yang cukup untuk mengajarkan madzhab sunni dan menyebarkan ke tempat-tempat lain

v membentuk kelompok pekerja sunni untuk berpartisipasi dalam menjalankan pemerintahan, memimpin kantornya khususnya di bidang peradilan dan manajemen.

b. Kurikulumnya adalah menurut Yunus tidak diketahui dengan jelas, namun dapat disimpulkan bahwa materi-materi yang diajarkan berupa ilmu syari’ah sedangkan ilmu filsafat tidak diajarkan, yang menjadi pendukung pernyataan tersebut sebagai berikut:

– tidak ada seorang pun di antara ahli sejarah yang mengatakan bahwa materi pelajaran terdapat ilmu-ilmu umum

– guru-guru yang mengajr di Madrasah Nizamiyah merupakan ulama syariah

– pendiri madrasah ini bukan pembela ilmu filsafat

– zaman berdirinya madrasah ini merupakan zaaman penindasan ilmu filsafat dan para filosof.

c. bahwa dalam tujuan pendidikan madrasah Nizamiyah adalah bercampur antara mempersiapkan kader-kader ulama sunni dalam menghadapi fatimiyah yang syi’i dan tersedianya personil-personil administaratif yang cakap untuk mengisi posisi-posisi pekerjaan, khususnya di bidang kehakiman dan kesekretariatan, ini ditunjukkan untuk membangun sistem madrasah yang baik dan berprestasi serta membentuk calon-calon ulama dan birokrat yang mempunyai wawasan dan mendukung madzhab syafi’i dan teologi As-syari’ah dan menolak sisi-sisi ekstrim dari aliran-aliran pemikiran lain.

2. Adapun suasana pendidikan dan keilmuan di masa ini adalah sudah banyak berkembang ini adanya berbagai pengajaran disiplin ilmu pengetahuan, baik ilmu agama, seperti fiqih Al-Qur’an, hadis, dll. Sedangkan ilmu-ilmu umum meliputi ilmu kedokteran, matematika, sejarah dll. Selanjutnya pada masa ini sudah banyak didirikannya madrasah-madrasah atau lembaga-lembaga setingkat universitas sejumlahnya mencapai 25 lembaga di cairo, dll.

Hikmahnya, bahwa perubahan yang terjadi diera modern ini telah melahirkan sejumlah tantangan dalam dunia pendidikan, dimana tantangan tersebut harus dicarikan solusi yang baik dan dihadapi dengan penuh kearifan dan kedewasaan.

harus adanya penyatuan nilai-nilai idealitas

kerjasama dalam membangkitkan pendidikan yang bermutu

semangat dan komitmen dalam pendidikan

3. a. bahwa kemajuan Eropa adanya perkembangan khazanah ilmu pengetahuan,adapun sistem yang digunakan lebih menekankan ciri ilmiah pada masjid sehingga menjadi pusat perkembangan ilmu. Adapun penekanan ilmu yang diajarkan di antaranya syair, sastra, kisah-kisah, teologi dengan menggunakan metode debat.

b. – Ibn Miskawaih (filosof)

Nama lengkap Ahmad Ibn Muhammad Ibn Ya’kub. Lahir 320 H / 932 M, meninggal 9 safar 421 H / 16 Februari 1030 M. beliau disebut pula Abu Ali Al-Khazin. Nama keluarganya Miskawaih. Karya-karyanya, Al-Fauz, Al-Akbar, Tarjarib Al-Umam, Al-Musthafa, Al-Jami’. Al-Sijar.

Al-Khazarizmi Abu Abdullah ibn Musa (800-847)

Beliau adalah seorang matematikawan, hidup pada masa Khalifah Al-Makmum (813-833) zaman khalifah Abbasiyah. Karyanya: al-qebra, kitab Al-Jabr wal Muqabala, kitab surat Al-ard.

Imam Malik (ulama fiqih)

Nama kecilnya Malik bin Anas bin Malik bin abi Amir al-Ashbahy. Beliau lahir di madinah tahun 93 H / 712 M, dari keturunan bangsa arab dari dusun Dzu ashbah. Karyanya kitab Al-Muwatta’

Jabir Ibn Hayyan (seorang ahli ilmu kimia)

Nama lengkapnya Abu Abdullah Jabir bin Hayyan Al-Kufi Al-suff. Lahir 100 H / 72 M. hidup pada masa Al-Rasyid. Beliau wafat pada usia 93 tahun di Thus. Karyanya, Al-Khawssul Kabir, Al-Ahjaar, Al-fihrist

Al-Jahiz (ahli biologi)

Nama lengkapnya Abu utsman umar ibn bashar (ibn Mahbud) Al-fuqayun al-basri al-Jahiz. Lahir 159-160 M / 775-776 M di Basrah Irak. Beliau dari keturunan kelurga Mawali Bani Qinanah. Karyanya, Kitab Al-Hayawan, Albiqhal, Albukhala, Al-Kiyan, Uthamniyya. Meninggal pada Muharram 255 H / Desember 858- Januari 869.

Al-farqhani (Astronomi)

Nama lengkapnya Abu Abbas Ahmad AL-Farqhani. Ada penambahan pada namanya menjadi Abu Abbas ibn Muhammad ibn Khatir Al-Fraqanus. Hidup pada masa al-makmum (813-833 M) dan wafat pada masa Al-Mutawakkil (841-881 H). karyanya, Ushul al-Falaq, Al-Kamil fi alusturltab.

4. a. Menurut Al-qoliqusandi syarat dan sifat seorang guru / pendidik, berikut ini:

* Syarat fisik

Bentuk badannya, manis mukanya / berseri-seri, lebar dahinya, dahinya tidak tertutup oleh rambutnya

* Syarat psikis

Berakal sehat, beradab, bersifat perwira, tajam pemahaman

* sifat yang harus dimiliki seorang guru / pendidik:

§ bersifat Rabbani dan ikhlas, yakni bersandar kepada Rabb dengan mentaati-Nya mengabdi kepadanya mengikuti syariat-Nya. Q.S Ali-Imran: 79

“Hendaklah kalian menjadi orang-orang yang rabbani (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah), karena kalian selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya,”

§ Menjadi teladan bagi anak didik / murid. seorang guru adalah contoh berakhlak dan bertingkah laku, seperti halnya ia mengambil ilmu darinya. Oleh karena itu, seorang guru berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seorang murid. Rasulullah sendiri dapat mempengaruhi khalayak ramai saat itu hanya dengan keteladanan beliau yang baik. Q.S Al-Ahzab: 21

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah, hari akhir (kiamat), dan dia banyak menyebut Allah,”

§ Melakukan penelitian dan pengembangan, merupakan faktor keunggulan seorang guru adalah bila yang bersangkutan secara berkesinambungan mengadakan penelitian dan pengembangan baik bersama pihak lain maupun sendiri. Ia juga dituntut untuk dapat bekerja sama dengan pusat-pusat kajian dan intansi-intansi pendidikan. QS At-Taubah :122

“Mengapa tidak pergi beberapa orang dari tiap-tiap golongan di antara mereka untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,”

§ Memiliki kompetensi dalam ilmunya, keharusan bagi seorang pengemban tugas sebagai pengajar untuk memilki penguasaan yang cukup atas ilmu yang akan ia ajarkan sebagaimana dalam hadis:

“Sesungguhnya Allah menyukai seorang di antara kalian yang bila bekerja ia menyelesaikan pekerjaannya (dengan baik),” (HR Al-Baihaqi).

§ Mengamalkan ilmunya, Seorang guru harus dapat mengimplementasikan ilmunya ke dalam kehidupan nyatanya, baik ia sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Ini tidak terlepas karena tujuan tertinggi ilmu adalah agar ia dapat diterapkan di dalam kehidupan nyata. QS Ash-Shaff: 3

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan segala hal yang tidak kalian perbuat,”

b. Dunia pendidikan di zaman modern ini terus berkembang, di samping itu tidak terlepas dari berbagai tantangan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu diperlukan kesiapan seorang guru untuk membekali dirinya dengan pemahaman pengetahun yang baik. Seorang pendidik harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan profesinya jika ingin anak didiknya berhasil sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Dan yang perlu diperhatikan adalah interaksi guru-murid. Karena dengan memperbaiki hubungan tersebut maka akan tercipta proses pendidikan yang bermutu.

5. a. Aceh

lembaga pendidikan di Aceh telah menadapat dukungan penuh, lembaga tersebut antara lain:

Balai Seutia Hukam, merupakan lembaga ilmu pengetahuan tempat berkumpul para ulama untuk membahas dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Menunasah (Madrasah), yakni sekolah dasar, materi yang diajarkan seperti menulis, membaca huruf Arab, ilmu agama, dll

Dayah Teuku Cik, adalah sama dengan perguruan tinggi yang didalamnya diajarkan fiqh, tafsir, hadis, akhlak tasawuf, ilmu bahasa dan sastra arab.

Minangkabau

– Sekolah Adabiah / Adabiah School,

didirikan oleh Abdullah Ahmad pada tahun 1907. Beliau seorang pelopor pembaharuan di wilayah minangkabau. Sistem pendidikan yang digunakan pada madrasah ini adalah berdasarkan kelas dengan menyelenggarakan dengan pengajaran ilmu-ilmu agama dan ditambah dengan pelajaran membaca dan menulis latin serta ilmu hitung.

Madrasah Diniyah

didirikan oleh zainuddin Labai el-Yunusiy (1890-1924), beliau tokoh pembaharuan di daerah ini. Madrasah ini lebih terorganisir dimana dilakukan secara perkelas dengan susunan pelajaran yang terpadu antara ilmu-ilmu keagamaan dan ilmu-ilmu umum.

Adapun pola madrasah yang digunakan di daerah ini adalah:

1. pola Madrasah sebagai sekolah yang bercirikan islam, dimana lebih menekankan pada pelajaran umum dan tambahan pelajaran agama

2. pola Madrasah sebagai lambaga pendidikan islam terpadu, yakni dengan pelajaran agama lebih dominan tetapi pelajaran umum juga diberikan

3. pola madrasah keagamaan dengan bidang ilmu yang diajarkan, hampir sepenuhnya bersifat agama

Jawa

Adapun di jawa lembaganya berupa madrasah dengan sistem persekolahan ala Belanda, sebagian dipengaruhi pendidikan islam di Timur Tengah dan juga konvergensi antar sistem pendidikan pesantren dengan sistem madrasah / sekolah modern. Madrasah di jawa didukung oleh perkumpulan keagamaan, dimana dipelopori oleh tokoh-tokoh pembaharu. Pesantren Tebu Ireng Jombang Jatim didirikan tahun 1899, dilingkungan tersebut terkenal dengan nama madrasah Salafiyah yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari.

b. Titik kesamaan dari ketiga lembaga tersebut adalah memiliki pola dan format sama dalam hal ketika memasuki periode pasca kemerdekaan, adanya usaha pembinaan dan pengembangan lembaga ataupun madrasah oleh ulama maupun dari pemerintah yang sebagian bertumpu pada madarasah-madrasah itu.

Perbedaannya adalah terletak pada kondisi geografinya karena ketiga tempat daerah tersebut berbeda tempat. Dan juga terletak pada metode dalam proses pengajaran sesuai dengan kondisi tempat yang ada.

c. tujuannya adalah

Pertama, PTAI telah menghasilkan sejumlah sarjana agama. Kedua, PTAI telah menghasilkan banyak buku, diktat, dan karya tulis ilmiah. Buku-buku dan tulisan-tulisan itu dicetak, diterbitkan, kemudian dipasarkan kepada rakyat.. Ketiga, dosen-dosen dan mahasiswa secara reguler melakukan pengabdian pada masyarakat, mengisi khutbah, ceramah, membina kegiatan keagamaan, dan berdemonstrasi membela kepentingan rakyat.

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s