Category Archives: Perencanaan Pembelajaran

Pengertian Pengelolaan Kelas Menurut Pakar

oleh : st_30
1. Menurut Suharsimi Arikunto pengelolaan kelas adalah usaha yang dilakukan penanggung jawab kegiatan pembelajaran dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
2. Menurut sudirman pengelolaan kelas berarti upaya pendayagunaan potensi kelas.
3. Menurut Made Pidarta pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas.
4. Menurut Hadari pengelolaan kelas adalah kemampuan guru dalam pendayagunaan pontensi kelals berupa pemberian kesempatan seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar, Perencanaan Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

Satuan pendidikan    : Madrasah Aliyah

Mata pelajaran          : Aqidah Akhlak

Semester / kelas         : Genap/X

Pertemuan ke             : III

Waktu                             : 35 Menit

Pokok Pembahasan  : Akhlak Terpuji (Tawakal)

  1. I. Standar kompetensi

Memahami dan meyakini hakikat iman kepada Allah serta menganalisisnya secara ilmiah dan terbiasa berakhlak terpuji (kreatif, dinamis, sabar dan tawakkal) dan menghindari akhlak tercela (Pesimis, putus asa dan bergantung kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

  1. II. Kompetesi Dasar

Terbiasa melakukan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari

III. Indikator

1)      Merumuskan definisi tawakkal dengan benar.

2)      Mengidentifikasi ciri-ciri orang yang memiliki sikap tawakkal dengan benar.

3)      Menjelaskan akibat bagi orang yang tidak memiliki sikap tawakkal dengan baik.

4)      Menjelaskan dalil yang berkaitan tenntang tawakkal.

IV. Tujuan Pembelajaran

1)      Setelah mengikuti pembelajaran Jigsaw Learning, siswa dapat merumuskan definisi tawakkal  secara sempurna.

2)      Dengan menggunakan Strategi Modeling the Way, secara teliti siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri orang yang memiliki sikap tawakkal.

3)      Siswa dapat menjelaskan dengan baik akibat bagi orang yang tidak memiliki sikap tawakkal, setelah mengikuti pembelajaran dengan strategi Modeling the Way.

4)      Siswa dapat menjelaskan dengan sempurna dalil tentang tawakkal setelah mengikuti pembelajaran jigsaw learning.

  1. V. Materi pokok
    1. a. Pengertian Tawakal

Kata tawakal berasal dari kata at-tawakkul (            ) yang dibentuk dari kata wakala (       ) artinya menyerahkan, mempercayakan, atau mewakilkan urusan kepada orang lain. Secara istilah tawakal adalah menyerahkan segala perkara, ikhtiar, dan usaha yang dilakukan kepada Allah SWT serta berserah diri sepenuhnya kepada-Nya untuk mendapatkan manfaat atau menolak yang mudarat. (tim Abdi Guru, 27:2007). Menurut ajaran agama Islam tawakkal adalah landasan atau tumpuan terakhir dalam sesuatu usaha atau perjuangan (Asmaran, 170: 2002). Tawakkal merupakan ungkapan tentang penyandaran hati kepada selainya kecuali setelah dia bersandar kepadanya dalam beberapa hal (Ibnu Qudamah, 427:1997). Jadi tawakkal adalah memyerahkan diri kepada Allah SWT setelah beusaha keras dalam berikhtiar dan bekerja sesuai dengan kemampuan mengikuti sunnah Allah yang ditetapkan.

  1. b. Ciri-ciri orang yang Tawakal

1)      Orang itu tidak gelisah dan berkeluh kesah

Orang itu selalu beada dalam ketenangan, ketentraman, kegembiraan. Jika orang itu memperoleh nikmat dan karunia dari Allah SWT, ia akan bersyukur dan jika tidak atau mendapat musibah ia akan bersabar.

2)      Ia menyerahkan dirinya atas semua keputusan kepada Allah SWT.

Penyerahan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semata hanya pada Allah.

3)      Ia tetap tidak meninggalkan ikhtiar atau usaha

Ikhtiar atau usaha harus tetap dilakukan, sedangkan keputusan teakhir diserahkan kepada allah SWT.

  1. c. Akibat bagi orang yang tidak memiliki sikap tawakkal
    1. Menjadi sombong dan lupa diri jika berhasil
    2. Cepat frustasi dan menyalahkan orang lain
    3. Jauh dari Allah
  1. d. Dalil tentang tawakal

Mma dan tujuan pembelajara

Artinya : …….Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah         maha perkasa, mahabijaksana. ( Q.S Al-Anfal : 49)

  1. VI. Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN PEMBELAJARAN ALOKASI WAKTU
  1. 1. Kegiatan awal
  • Mengucapkan salam
  • Membaca basmalah
  • Absensi
  • Menyampaikan garis-garis besar materi
  • Appersepsi
  • Pretest
  • Motivasi awal
  • Melakukan Waming Up dengan menggunakan strategi Critical Insident. Dengan langkah-langkah:

1)      Menyampaikan topik yang akan dipelajari.

2)      Memberikan kesempatan beberapa menit kepada siswa untuk mengingat-ingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi tawakkal.

3)      Menanyakan kepada siswa pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan

4)      Guru menyampaikan materi dengan mengaitkan pengalaman-pengalaman siswa dengan materi yang akan disampaikan.

5 Menit
  1. 2. Kegiatan inti :

1)      Guru membagi siswa dalam 4 kelompok.

2)      Masing-masing kelompok tersebut bertugas untuk mencari: kelompok 1. tentang pengertian tawakkal, 2. tentang ciri-ciri tawakkal dan 3.tentang akibat bagi orang yang tidak memiliki sikap tawakkal. 4. Tentang dalil tawakkal.

3)      Kemudian guru meminta siswa melakukan Jigsaw Leaning.

a)      Memberikan waktu 15 menit kepada siswa untuk mendiskusikan materi kelompoknya masing-maisng.

b)      Guru mengawasi pembelajaran yang sedang berlangsung tersebut.

c)      Setiap kolompok mencari tahu materi dari kelompok lain.

d)     Setiap kelompok harus mempunyai perwakilan untuk memberikan jawaban dari pertanyaan kelompok lain sesuai dengan materi yang sudah didiskusikan dalam kelompoknya.

e)      Kelompok yang mendapat tugas mengidentifikasi ciri-ciri orang yang bertawakkal kepada Allah, hendaknya melakukan Modeling the Way.

20 Menit
  1. 3. Kegiatan akhir
  • Guru mengembalikan keadaan kelas seperti semula.
  • Guru mempersilakan kepada siswa untuk menanyakan materi yang kurang dipahami.
  • Guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka.
  • Motivasi akhir
  • Membaca hamdalah dan salam penutup
10 Menit

  1. VII. Sumber
    1. Asmaran.2002. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.
    2. Khalimi. 2006. Beraqidah Benar Berakhlak Mulia. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
    3. Tim Abdi Guru.2007. Ayo Belajar Agama  Islam. Jakarta: Erlangga.
    4. Ibnu Qudamah. 1997. Minhajul Qashidin, Jalan Ornag-Orang Yang Mendapat Petunjuk, Jakarta: Pustaka  Al-Kautsar.

Pontianak, 19 Oktober 2009.

Mengetahui :

Dosen pembina

Drs. H. Fahrul Razi Salim, M. Pd

Calon Guru

Mata Pelajaran

KELOMPOK 10

Kelompok 10:

  1. Hermansyah
  2. Junaidi
  3. Steofandi Fizari

1 Komentar

Filed under All Daftar, Perencanaan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

oleh : Steofandi Fizari

Nama Sekolah : SMA 1 Teluk Keramat
Kelas / Semester : X/I
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Alokasi Waktu : 4 jam (2 X Pertemuan)
I. KOMPETENSI DASAR
Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT melalui pemahaman sifat-sifat-Nya dalam Asmaul Husna.
II. INDIKATOR
• Menjelaskan pengertian iman kepada Allah SWT
• Menjelaskan pengertian Asmaul Husna.
• Menyebutkan 5 sifat Allah dalam Asmaul Husna.
• Menyebutkan 5 sifat musthail Allah
• Menjelaskan arti 5 sifat Allah dalam Asmaul Husna.
• Mampu mempraktekkan sifat-sifat Allah yang sepatutnya bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan menggunakan pembelajaran “every one is a teacher here” siswa dapat:
a. Menjelaskan pengertian iman kepada Allah SWT
b. Menjelaskan pengertian Asmaul Husna
c. Menyebutkan 5 sifat Allah dalam Asmaul Husna
d. Menyebutkan 5 sifat mustahil Allah
2. Siswa dapat menjelaskan arti 5 sifat Allah dalam Asmaul Husna dengan baik setelah mendengar penjelasan guru.
3. Dengan menggunakan pembelajaran “modelling the way” siswa dapat memperagakan salah satu sifat Allah
IV. MATERI POKOK
a) Pengertian Iman Kepada Allah
Iman menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti tasqif (membenarkan / mempercayai). Iman ialah kepercayaan dalam hati meyakini dan membenarkan adanya Tuhan dan membenarkan semua yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW (Muhammad Ahmad,1998:19). Hajar Al Asqalani juga menyatakan iman adalah perkataan dan perbuatan dapat bertambah ataupun berkurang. Sedangkan Menurut Istilah iman adalah mempercayai Rasulullah dan berita yang dibawanya dari Allah (Ibn Hajar Al Asqalani,2002:77).
Menurut Ibn Fauzi dalam (Abdul Majid Az-Zindani,2007:25) menyatakan iman berasal dari kata amana, yu’minu, imanan yang berarti amanah dan membenarkan. Sedangkan Yusuf Qaradhlawi dalam Muhammad Chirzi (1997:23) mengungkapkan iman adalah kepercayaan yang meresap ke dalam hati dengan penuh keyakinan, tidak bercampur syak dan ragu, serta member pengaruh bagi pandangan hidup, tingkah laku dan perbuatan pemiliknya sehari-hari.
Adapun dalam ilmu Kalam / ilmu Tauhid, dijelaskan ada tiga pengertian tentang iman, yakni:
1. Iman adalah meyakini dengan ucapan / diikrarkan dengan lidah, berupa mengucapkan kalimat syahadat
2. Iman adalah meyakini dengan perbuatan, berupa ibadah
3. Iman adalah meyakini dengan hati, berupa keyakinan dan niat.
Jadi iman kepada Allah adalah meyakini adanya Allah baik itu sifat-sifat-Nya maupun nama-nama-Nya dengan kesempurnaan-Nya, yang diyakini dengan hati, ucapan, dan perbuatan yang diamalkan dalam kehiduapan sehari-hari. sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.
Dalam firman-Nya, Allah swt menyatakan:
                 •                 •           •        
Artinya: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa”( QS. Al-Baqarah:177)

Oleh karena itu, rasa percaya adanya Sang Maha Pencipta Tunggal, Allah swt, dapat kita tumbuhkan dengan berbagai cara, baik itu mengunakan akal sehat kita dengan memperhatikan segala apa yang telah Allah ciptakan seperti alam semesta dan segala isinya termasuk manusia dan mengerti akan sifat-sifat Allah dan Asmaul Husna. Dengan akal sehat kita akan dapat mengenal, meyakini, memahami dan menghayati baik itu sifa-sifat-Nya maupun Asmaul Husna.
b) Sifat-sifat Allah
Menurut Ibn Qayyim sifat-sifat Allah adalah sifat-sifat terpuji yang seluruhnnya diambil dari Asmaul Husna yang telah mengandung makna.
Mengenai sifat-sifat Allah ini para ulama menyebutkan sebanyak 41 sifat Allah yakni terdiri dari dua puluh sifat wajib, dua puluh sifat mustahil, dan satu sifat jaiz.
Sifat-sifat Wajib Allah
Menurut Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi dalam M. Natsir Arsyad (1992:12) mengungkapkan ada dua puluh sifat-sifat Allah, yakni:
1. Wujud (Ada)
2. Qidam (Dahulu, Adanya Tidak Didahului Sesuatu Pun)
3. Baqa’ (Kekal)
4. Mukhalafatuhu Lil Hawadits (Tak Menyerupai Apa Pun)
5. Qiyamuhu Bi Nafsih (Berdiri Sendiri)
6. Wahdaniyah (Maha Esa)
7. Qudrat (Kuasa)
8. Iradah (Berkehendak)
9. ‘Ilmu (Mengetahui)
10. Hayah (Hidup)
11. Sama’ (Mendengar)
12. Bashar (Melihat)
13. Kalam (Berfirman)
14. Qadiran (Selalu Berkuasa)
15. Muridan (Selalu Berkehendak)
16. ‘Aliman (Yang Mengetahui)
17. Hayyan (Yang Hidup)
18. Sami’an (yang selalu mendengar)
19. Bashiran (yang selama melihat)
20. Mutakkallimin (yang senantiasa berkata-kata)
Dari sifat-sifat wajib Allah di atas diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu:
a. Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan zat Allah. Yang termasuk dalam sifat ini adalah wujud
b. Sifat salbiyah, yaiut sifat Allah yang menolak sifat yang tidak sesuai bagi Allah, yaitu meliputi: Qidam menolak Huduts, baqa’ menolak fana’, mukhalafatulilhawaditsi menolak mumatsalatulil-hawaditsi, qiyamubnafsihi menolak ihtiyajuhu ila ghairihi, wahdaniyah menolak atta’addudu
c. Sifat Ma’ani, yaitu sifat Allah yang dapat digambarkan oleh akal manusia. Meliputi yakni: Qadrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Basar, Kalam
d. Sifat Ma’nawiyah, yaitu penjabaran dari sifat-sifat Allah yang Ma’ani yaitu: Qadiran, Muridan, ‘Aliman, Hayyan, Sami’an, Bashiran, Mutakallimin (Muhammad Ahmad,1998:62)
Sifat- sifat Mustahil Allah
M. Natsir Arsyad (1992:12-13) memaparkan ada 20 sifat yang mustahil dimiliki oleh Allah dan merupakan lawan dari sifat wajib-Nya, sebagai berikut:
1. Adam (tidak ada)
2. Huduts (baru, ada awalnya)
3. Fana’ (tak kekal)
4. Mumtsalatuhu li al-hawadits (menyerupai sesuatu)
5. Ihtiyajuhu li ghayrih / adamu qiyamihi bi nafsih / qiyamuhu bi ghayrih (tidak bediri sendiri)
6. Ta’addud (terbilang)
7. ‘Ajz, Ajiz (tak berkuasa, lemah)
8. Karahiya, karahah (tak berkehendak, terpaksa)
9. Jahl (bodoh)
10. Mawt (mati)
11. Shaman (tuli)
12. ‘Umyu (Buta)
13. Bakam, bukm (bisu)
14. Ajizan (yang tak berkuasa)
15. Mukrahan, karihan (yang terpaksa)
16. Jahilan (bodoh)
17. Mayyitian (yang mati)
18. Ashamma (yang tuli)
19. A’ma (yang buta)
20. Abkam (yang bisu)
Sifat Jaiz Allah
Maksud sifat jaiz Allah adalah bahwa Dia bebas berbuat apa saja atau tidak berbuat; menciptakan baik dan buruk, dan sebagainya baik yang dicerna akal atau pun tidak (M. Natsir Arsyad,1992:13).
c) Asmaul Husna
Menurut bahasa berasal dari bahasa arab yang terdiri dari dua kata yakni Asma (jama’ dari ism /nama) dan Husna (jama dari hasana / baik) ,sehingga menjadi Al-Asma’ul Husna artinya nama-nama yang baik. Menurut Ilmu Tauhid, Al-Asma’ul Husna ialah nama-nama baik yang hanya dimiliki oleh Allah swt (Syamsuri,30:2007). Menurut istilah nama-nama Allah yang mengandung keagungan dan kemulian, yang apabila diucapakan berulang kali oleh seseorang, maka orang tersebut akan tergerak hatinya untuk menghayati makna yang terkandung di dalamnya dan kemudian menimbulkan kekuatan tersendiri dalam jiwanya untuk melakukan hal-hal yang diisyaratkan oleh Asma yang dibacanya (M. Nipan Abdul Halim,2003:2). Fatawa al-Lajnah al-Daimah dalam Alawy (2000:2) menjelaskan nama Allah adalah segala sesuatu yang menunjukkan Dzat Allah dengan sifat kesempurnaan yang terdapat di dalam diri-Nya.
Allah swt berfirman:
        
Artinya:”..Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang baik)”(QS. Thoha:8)
        •      
Artinya:” Katakanlah: “Serulah Allah atau Serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)….”(QS. Al-Isra’:110)
dan Allah swt juga berfirman:
               
Artinya:”Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang Telah mereka kerjakan”(QS. al-Araf:180)

Dalam sabda Nabi Saw bersabda: “ Allah itu mempunyai Sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa yang menghapalnya (dengan menyakini akan kebenarannya), ia masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Maha ganjil dan senang sekali pada sesuatu yang ganjil” (HR. Ibnu Majah)

Berikut Asmaul Husna yang tercantum dalam al-Quran maupun as-Sunnah:
Allah, Ar-rahman, Ar-rahim, Al-malik, Al-qudus, As-salam, Al-mu’min, Al-muhaymin, Al-aziz, Al-jabbar, Al-mutakbbir, Al-khalik, Al-mushawwir, Al-bari’, Al-ghaffar, Al-qahhar, Al-wahhab, Ar-razzaq, Al-fattah, Al-alim, Al-qabidh, Al-basith, Al-khafidh, Al-rafi;, Al-mu’Izz, Al-mudzil, As-sami; Al-bashir, Al-hakam, Al-’adl, Al-lathif, Al-khabir, Al-halim, Al-’azhim, Al-ghafur, Asy-syakur, Al-’aliy, Al-kabir, Al-hafizh, Al-muqit, Al-hasib, Al-jalil, Al-karim, Ar-raqib Al-mujib, Al-wasi’, Al-hakim,Al-wadud, Al-majid, Al-ba’its, Asy-syahid, Al-haq, Al-wakil, Al-qawy, Al-matin, Al-waly, Al-hamid, Al-muhshi, Al-mubdi, Al-mu’id, Al-muhyi, Al-mumit, Al-hayy, Al-qayyum, Al-wajib, Al-majid, Al-wahid, Ash-shamad, Al-qadir, Al-muqtadir, Al-muqaddim, Al-mu’akhhkir, Al-awwal, A-lakhir, Azh-zhahir, Al-bathin, Al-kafi Al-muta’ali, A-lbarr, At-tawwab, Al-muntaqim, Al-’afuq, Ar-rauf, Al-malikul Mulk, Dzuljalali Walikram, Al-muqsit, Al-jami’, Al-ghani, Al-mughni, A-lmani’, Adh-dharru, An-nafi’, An-nur, Al-hadi, A-lbadi’, Al-baqi, A-lwarits, Ar-rasyid Ash-shabur.
Sifat Allah swt dalam Asmaul Husna, antara lain diuraikan lima sifat berikut ini:
 Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)
Bahwasanya Allah swt melimpahkan ramhat-Nya kepada seluruh manusia tanpa pandang bulu. Seluruh jagat raya ini mendapatkan seluruh limpahan rahmat-Nya baik yang taat maupun yang membangkang. Salah satu bentuk rahmat Allah adalah dilimpahkannya udara untuk bernapas, air untuk minum, dsb. Sebagaiman firman-Nya dalam surah al-Fatihah ayat 1-2.
 Ar-Rahim (Yang Maha Penyayang)
Sifat Rahim Allah swt hanya diberikan atau dilimpahkan hanya kepada hamba-hambanya yang beriman kepada-Nya. sedangkan manusia yang senang bermaksiat di dunia akan di berikan balasan di akhirat kelak. Allah dalam firman akan memberikan kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman berupa ketenangan, kedamaian baik dunia dan akhirat. Lihat surah al-A’raf:96.
 Al-Malik (Maha Merajai)
Maksudnya adalah tidak ada raja yang memiliki kedudukan dan kekuasaan yang menyaingi Allah swt. Hal ini ditegaskan dalam surah al-Mukminun:116. Bahwa kita semua sebagai hamba-Nya harus berada di bawah kekuasaan-Nya.
 Al-Quddus (Mahasa Suci)
Hal ini disebabkan tidak lain karena Zat Allah yang Maha sempurna, tidak ada sekutu bagi-Nya sebagaiman ditegaskan dalam surah al-Ikhlas: 1-4. Begitu juga denga sifat-sifat Allah yang tidak ada yang cacat sedikit pun, begitu pula dengan perbuatan-Nya Maha Suci yakni terhindar dari aniaya dari seluruh hamba-Nya.
 As-Salam (Maha Sejahtera)
Bahwasanya hanya kepada Allah lah tempat kita untuk memohon keselamatan, baik keselamatan duniawi maupun ukhrawi, lahiriyah maupun batiniyah. Allah swt berfirman dalam surah al-Hasyr:32.
V. METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Metode: Ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas
Strategi: every one is a teacher here dan modeling the way
VI. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Kegiatan awal
a. Guru membuka pelajaran dengan mengucapakan salam dan basmalah, kemudian mengkondisikan kelas supaya siswa membaca mushaf al-Qur’an 5-10 menit.
b. Guru mengemukakan tema dan tujuan belajar
c. Guru memberikan apersepsi kepada siswa
2. Kegiatan inti
a. Membaca, mendiskusikan, dan tanya jawab tentang materi pembelajaran dalam buku Pendidikan Agama Islam SMA Kelas X, Penerbit Gelora Aksara Pratama.
b. Siswa menyebutkan dan menjelaskan arti dari 5 sifat dalam Asmaul Husna.
c. Menjelaskan sifat-sifat Allah yang sepatutnya bagi manusia untuk kemudian diterapkan dalam kehidupa sehari-hari.
3. Kegiatan akhir
• Guru Menyimpulkan materi pembelajaran
• Guru memberikan Post test kepada siswa
• Sebelum mengakhiri pelajaran guru memberikan motivasi
• Setelah guru memberikan motivasi, pembelajaran ditutup dengan hamdalah dan salam.
VII. SUMBER BELAJAR
• Ahmad, Muhammad. 1998. Tauhid Ilmu Kalam. Bandung: CV Pustaka Setia.
• Al Asqalani, Ibn Hajar. 2002. Fathul Baari: Syarah Shahih Bukhari. Jakarta Selatan: Pustaka Azzam.
• As-Segaf, Alawi bin Abdul Qadir. 2000. Mengungkap Kesempurnaan Sifat-Sifat Allah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta: Pustakan Azzam.
• Arsya, M. Natsir. 1992. Seri Buku Pintar Islam II: Seputar Rukun Iman Dan Rukun Islam. Bandung: Al-Bayan.
• Az-Zidani, Syaikh Abdul Majid. 2007. Samudera Iman: Rahasia Mengukur Kedalaman Samudera Iman Di Hati Kita dengan Nalar Spiritual dan Ilmiah atas Kemahakuasaan Allah. Yogyakarta: Diva Press.
• Chirzin, Muhammad. Konsep dan Hikmah Akidah Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
• Halim, M. Nipan Abdul. Khasiat Keagungan Asmaul Husna. Jakarta Pusat: Anggota IKAPI.
• Syamsuri. 2007. Pendididkan Islam SMA Jilid 1 untuk Kelas X. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

VIII. PENILAIAN
a. Posttest tertulis
b. Pengamatan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam
Bentuk soal essay:
1. Jelaskan pengertian Iman kepada Allah SWT dan Asmaul Husna!
2. Sebutkan 5 sifat Allah yang terdapat dalam Asmaul Husna?
3. Sebutkan 5 contoh sifat Allah dalam perilaku manusia?
Jawab
1. Iman kepada Allah SWT adalah meyakini adanya Allah baik itu sifat-sifat-Nya maupun nama-nama-Nya dengan kesempurnaan-Nya, yang diyakini dengan hati, ucapan, dan perbuatan yang diamalkan dalam kehiduapan sehari-hari. sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.
2. a) Kudrat (berkuasa), Allah itu berkuasa atas segala sesuatu di dunia dan di akhirat, bahwa kekuasaan Allah itu bersifat mutlak. b) ilmu (mengetahui), bahwa Allah mengetahui segala dan peristiwa, baik peristiwa yang telah terjadi maupun yang belum terjadi.c) hayat (hidup), hidup Allah sangat berbeda dengan makhluk-Nya.d) sama’ (mendengar), maksudnya adalah mengetahui segala sesuatu makhluk ciptaan-Nya. e) basar (melihat), bahwa penglihatan Allah itu tidak dapat dihalangi oleh apapun dan siapapun. Dan Allah itu dapat melihat semua makhluk-Nya.
3. – Berusaha selalu berbuat baik dan berkasih sayang.
– Berusaha menjadi mukmin yang bertakwa.
– Memelihara kesucian diri.
– Menjaga keselamatan diri dan orang lain.
– Orang yang terpercaya dan dapat memberikan rasa aman kepada sesama.
– Berperilaku adil.

3 Komentar

Filed under All Daftar, Perencanaan Pembelajaran