Pusat kegiatan belajar masyarakat Dalam Pendidikan luar sekolah

oleh: M. Iqbal Fadhil,Nia Kurniasih,Sari Astuti

A. Pendahuluan
Masyarakat adalah sejumlah atau sekumpulan manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.
Masyarakat merupakan gejala (fenomena) sosial yang ada dalam kehidupan ini diseluruh dunia. Oleh karena itu masyarakat dijadikan sebagai objek kajian atau suatu hal yang dipelajari terus menerus. Karena sifat dari masyarakat itu sangat kompleks, banyak para ahli yang menjelaskan mayarakat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Disadari atau tidaknya, masyarakat dimanapun dan dalam kondisi bagaimana pun tetap merupakan sumber inspirasi dan kreativitas manusia. Masyarakat adalah sumber ilmu yang tag pernah kering. Masyarakat dengan dinamikanya terus berkembang, berubah dan bergerak tanpa mengenal batas-batas waktu tertentu.
Manfaat kehadirannya telah banyak dirasakan oleh masyarakat. Dengan motto PKBM yaitu dari, oleh, dan untuk masyarakat maka masyarakat tidak lagi hanya mengikuti program-program pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah melainkan juga mereka dapat merencanakan , membiayai, melaksanakan, dan menilai hasil, dan dampak program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan potensi yang terdapat di lingkungannya, sehingga masyarakatpun bertanggung jawab terhadap kegiatan PKBM tersebut.
B. Pengertian PKBM
Menurut UNESCO defenisi PKBM adalah pusat kegiatan belajar masyarakat adalah sebuah lembaga pendidikan yang diselenggrakan di luar sistem pendidikan formal diarahkan untuk masyarakat pedesaan dan perkotaan dengan dikelola oleh masyarakat itu sendiri serta memberi kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan berbagai model pembelajaran dengan tujuan mengembangkan kemampuan dan keterampilan masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya. (Mustafa kamal, 2009: 85)
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan satuan pendidikan nonformal sebagai tempat pembelajaran dan sumber informasi yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan potensi setempat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya. (http://imadiklus.com/2010/03/acuan-program-peningkatan-mutu-kelembagaan-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat.html)
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah tempat pembelajaran dalam bentuk berbagai macam keterampilan dengan memanfaatkan sarana, prasarana, dan segala potensi yang ada di sekitar lingkungan kehidupan masyarakat, agar masyarakat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dan memperbaiki taraf hidupnya. (http://typecat.com/pdf/pengertian-pkbm.html#)
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ini merupakan salah satu alternative yang dipilih dan dijadikan sebagai ajang proses pemberdayaan masyarakat. Hal ini selaras dengan adanya pemikiran bahwa dengan melembagakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, maka akan banyak potensi yang dimiliki oleh masyarakat yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat diarahkan untuk dapat mengembangkan potensi-potensi tersebut menjadi bermanfaat bagi kehidupannya. Agar mampu mengembangkan potensi-potensi tersebut, maka diupayakan kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di PKBM bervariasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
C. Konsep PKBM
Pada tingkat kongkrit, konsep merupakan suatu gambaran mental dari beberapa objek atau kejadian yang sesungguhnya. Pada tingkat abstrak dan komplek, konsep merupakan sentesis sejumlah kesimpulan yang telah ditarik dari pengalaman dengan objek atau kejadian tertentu. Pusat kegiatan belajar masyarakat atau PKBM, merupakan sebuah lembaga pendidikan yang lahir dari pemikiran tentang kesadaran akan pentingnya kedudukan masyarakat dalam proses pembangunan pendidikan nonformal. Oleh sebab itu berdirinya PKBM ditengah masyarakat diharapkan mampu menjadi tulang punggung bagi terjadinya proses pembangunan melalui pemberdayaan potensi-potensi yang ada dimasyarakat.
Menurut Sihombing, bahwa PKBM merupakan salah satu alternative yang dapat dipilih dan dijadikan ajang pemberdayaan masyarakat. Hal ini selaras dengan pemikiran bahwa dengan melambangkan PKBM, akan banyak potensi yang selama ini tidak tergali akan dapat digali , ditumbuhkan, dimanfaatkan, dan didayagunakan melalui pendekatan-pendekatan budaya yang persuasif.
PKBM sebagai salah satu mitra kerja pemerintahan dalam mencerdaskan kehidupan mayarakat melalui program-program pendidikan nonformal, diharapkan mampu menumbuhkan masyarakat belajar sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kemandirian, keberdayadidikan, an inovatif dalam mencari berbagai informasi baru dalam rangka meningkatkan kehidupannya. Sebagai sebuah pusat pembelajaran, PKBM dbangun atas dasar kebutuhan masyarakat dengan menitik beratkan pada swadaya, gotong royong dan partisipasi masyarakat itu sendiri. Terutama berkaitan dengan pentingnya peningkatan kemampuan, keterampilan dan kecerdasan anggota masyarakat.
D. Tujuan PKBM
Ada tiga tujuan penting dalam rangka pendirian dan pengembangan PKBM:
1. Memberdayakan masyaraka agar mampu untuk mandiri
2. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari segi social maupun ekonomi
3. Meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lingkungannya sehingga mampu memecahkan permasalahan tersebut
Menurut Sihombing dalam bukunya Pendidikan Luar Sekolah Kini dan Masa Depan (1999) menyebutkan, bahwa tujuan pelembagaan PKBM adalah untuk menggali, menumbuhkan, mengembangkan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat, untuk sebesar-besarnya pemberdayaan masyarakat itu sendiri.
E. Fungsi PKBM
Berdasarkan peran ideal PKBM ada beberapa fungsi yang dapat dijadikan acuan, dimana fungsi-fungsi tersebut berhubungan satu sama lain secara terpadu. Dimana fungsi-fungsi tersebut merupakan karakteristik dasar yang harus menjadi acuan pengembangan kelembagaan PKBM sebagai wadah pembelajaran masyarakat.
1. Sebagai tempat masyarakat belajar, PKBM merupakan tempat masyarakat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan dan bermacam ragam keterampilan fungsional sesuai dengan kebutuhannya, sehingga masyarakat berdaya dalam meningkatkan kualitas dan kehidupannya.
2. Sebagai tempat tukar belajar, PKBM memiliki fugsi sebagai tempat terjadinya pertukaran berbagai informasi (pengalaman), ilmu prngetahuan dan keterampilan antar warga belajar, sehingga antara warga belajar yang satu dengan yang lainnya bisa saling mengisi. Sehingga setiap warga belajar sangat memungkinkan dapat berperan sebagai sumber belajar bagi warga belajar lainnya.
3. Sebagai pusat informasi, PKBM harus mampu berfungsi sebagai bank informasi, artinya PKBM dapat dijadikan tempat menyimpan berbagai informasi pengetahuan kemudian disalurkan kepada seluruh masyarakat atau warga yang membutuhkan.
4. Sebagai pusat penelitian masyarakat, teritama dalam pengembangan pendidikan nonformal. PKBM berfungsi sabagai tenpat menggali, mangkaji, menganalisa berbagai persoalan atau permasalahan dalam bidang pendidikan nonformal dan kererampilan baik yang berkaitan dengan program yang dikembangkan di PKBM..

F. Program-program yang dikembangkan PKBM
Dalam hal ini, ada beberapa program yang dikembangkan PKBM diantaranya, bidang pendidikan nonformal, bidang pendidikan ini merupakan program andalan PKBM saat ini. Terutama program-program yang menjadi kebijakan pemerintah, diantaranya:
1) Program keaksaraan fungsional
Program ini bertujuan untuk membelajarkan masyarakat, agar dapat memanfaatkan kemampuan dasar baca, tulis, hitung dll.
2) Pengembangan anak usia dini
Program ini bertujuan untuk meningkatkan hasil kualitas karena sampai saat ini perhatian terhadap pendidikan usia dini sangat rendah.
3) Program keaksaraan
Program kesetaraan meliputi program kelompok belajar paket A setara SD/ MI, kelompok belajar paket B setara SMP/ MTS dan kelompok belajar paket C setara dengan SMA/ MA.
4) Kelompok belajar usaha atau KBU
Memalui program usaha kerja ini diharapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta kemampuan warga belajar akan semakin bertambah atau semakin meningkat, terutama bagi warga yang belum memiliki sumber mata pencaharian yang tetap dan berpenghasilan yang rendah. Program kelompok belajar usaha diperuntukkan bagi masyarakat yang minimal telah bebas buta aksara atau selesai program kesetaraan paket A.
5) Pengembangan program magang pada PKBM
Program magang merupakan program khusus yang dikembangkan PKBM, program magang tidak dilaksanakan oleh semua PKBM, karena program ini menuntut kesiapan dan kerjasama dengan mitra industri tertentu. Program pembelajaran magang biasa disebut dengan belajar sambil bekerja. Oleh karena itu program ini cenderung menyatukan antara pendidikan dan pelatihan atau menyatukan antara peningkatan pengetahuan dan dalam melakukan suatu keahlian sehingga menjadi rangkaian pekerjaan yang saling berhubungan.
6) Khursus keterampilan
Program khursus keterampilan dalam PKBM merupakan program yang tidak dapat dipisahkan dengan program magang. Kedua program ini pengembangannya saling terkait satu sama lainnya, dimana khursus keterampilan yang dikembangkan dalam PKBM bisa dilakukan melalui pendekatan magang. Adapun keterampilan yang teridentifikasi dan dikembangkan dalam PKBM adalah keterampilan komputer, keterampilan bahasa, khursus keterampilan mekanik otomotif, tata kecantikan dll.
7) Program PKBM diluar Program Depdiknas
Disamping program-program pendidikan nonformal ada beberapa PKBM yang mengembangkan program pembangunan masyarakat, program ini biasanya lebih diarahkan pada peningkatan usaha / ekonomi atau peningkatan pendapatan warga belajar masyarakat seperti pembangunan usaha tanaman hias, kegiatan penggemukan sapid an kambing dan pengembangan usaha rumput laut, dimana program-program tersebut tidak dikaitkan denagn kegiatan pendidikan nonformal, tetapi lebih terfokus pada kegiatan ekonomi dan pembangunan masyarakat.
G. Pengelolaan PKBM
1. Pengelolaan sumberdaya Manusia
Pengaruh perubahan masyarakat yang sangat cepat menuntut konsep pengelolaan PKBM yang membuka diri terhadap tuntutan perubahan dan berupaya menyusun strategi yang selaras dengan perubahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat (lingkungan), terutama lingkungan masyarakat yang secara langsung bersinggungan dengan pengembangan PKBM. Pengelolaan PKBM yang selaras dengan perubahan yang terjadi sangat bergantung kepada kemampuan pengelola (penyelenggara) dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan masyarakat dimana PKBM dikembangkan.
Pengelola PKBM harus mampu menyusun strategi yang ampuh terutama dalam rangka mengatasi setiap perubahan yang terjadi. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang perilaku manusia dan kemampuan untuk mengelolanya sehingga program yang dikembangkan PKBM efektif dan efisien.
2. Strategi pengembangan Pengelolaan program PKBM
Untuk menghadapi perubahan pengelolaan program PKBM, maka disusunlah strategi yang baik untuk menilai hal perilaku dan hal kompetensi sumber daya manusia yang bertujuan agar peran sumber daya manusia dapat meningkatkan keunggulan kompetitif PKBM serta dapat diperoleh peran sumberdaya manusia strategis. Adapun strategi sumber daya manusia yang dapat mengarahkan PKBM kearah yang professional, antara lain:
a) Strategi rekrutmen dan seleksi
Strategi ini bergantung kepada PKBM yang didalamnya terdapat factor-faktor seperti tipe pengelola yang dibutuhkan, jumlah anggaran yang tersedia, apakah tujuan PKBM termasuk memperkuat program atau produk dan jasanya.
b) Strategi perencanaan sumber daya manusia
Seperti perencanaan jangka pendek dan jangka panjang, dan PKBM dapat memilih strategi perencanaan mana yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan program.
c) Strategi pelatihan dan pengembangan
Dengan strategi ini dapat dilihat secara spesifik level keahlian dari staf yang dibutuhkan PKBM sehingga staf tersebut dapat mengelola dan mengikuti perubahan program dalam pemahaman menajemen.
d) Strategi penilaian kenerja
Penilaian ini sangat dibutuhkan untuk hasil evaluasi, salah satunya dalam masalah pengelolaan PKBM dan tingkat kemampuan control program dari masing-masing penanggung jawab program.
e) Strategi Kompensasi
PKBM akan berkembang lebih professional dan bisa bersaing secara kompetitif apabila bisa ditekankan pada kompetensi individual dan kreatifitas serta menggunakan honor atau gaji yang didasarkan atas pengetahuan dan keahlian masing-masing.
f) Strategi manajemen staf/ karyawan
Strategi ini dapat digunakan untuk penetapan kebijakan yang jelas terhadap staf dan pengelola terutama dalam tugas dan tanggungjawab masing-masing, kreatifitas dan proaktif terhadap pengembangan program dan masalah.

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar, Pendidikan Luar Sekolah

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s