SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH KALIMANTAN BARAT

1. Nama, Pendiri dan Kedudukan

Organisasi ini bernama Muhammadiyah yang sesuai dengan keinginan awal pendiri oraganisasi ini adalah sosiologinya umat Islam adalah umat nabi Muhammad sementara secara psikologisnya adalah melihat umat Islam Indonesia yang masih sangat mempercayai adanya tahayul, bid’ah dan lain sebaginya KH. Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri dari organisasi ini dan sekaligus teman dari imam sambas Basuni Imran semasa belajar di timur tengah ini menginginkan umat Islam melaksanakan Islam yang sebenrnya seperti yang diajarkan oleh nabi Muhammmad swa yang sesuai dengan al Qur’an dan Hadist. Dan kedudukan pertama organisasi ini berada di daerah istimewa Jogjakarta.

2. Identitas, Azas dan Lambang

Muhammadiyah adalah gerakan Islam, Dakwa amar ma’ruf  nahi munkar dan tajdid, yang bersumber pada al Qur’an dan as Sunnah dan berazaskan Islam sementara itu lambing yang digunakan adalah matahari bersinar utama 12 ditengah bertuliskan Muhammadiyah dan dilingkari kalimat Asyhadu an la ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammmadan Rasul Allah.

3. Sejarah Singkat Masuknya Muhammadiyah ke Kal-Bar

Tonggak awal keberadaan Gerakan Muhammadiyah di Kalimantan Barat ditandai dengan kunjungan seorang Da’I Muhammadiyah yang diutus oleh pimpinan pusat Muhammadiyah Majlis Tabligh Yogyakarta yakni Ustadz Chatib Syatibi pada akhir tahun 1932 M, kedatangan beliau disambut oleh guru Manaf (Manaf Siasa) guru Perguruan Islamiyah kampong Bangka Pontianak.setelah bermalam di Ponianak, beliau melanjutkan perjalanan dakwahnya ke Bakau Kecil dan disambut oleh Penghulu Kiting bersama H. Jafar, setelah bermalam satu malam langsung ke Sungai Kunyit dan disambut oleh Kepala Kampung (penghulu) Sie Kunyit yaitu H. Abdul Razak dan H. Sood. Pada hari berikutnya beliau langsung menuju Singkawang dan disambut oleh guru M. Taufik, guru Hamid, dan Thaha Yusuf, kemudian ke Selakau dan dismbut oleh H. Saad, tiga hari di Singkawang, beliau berangkat ke Sambas dan disambut oleh H. Abdurrahman dan H. Basuni Imran.

Tujuan kedatangan Chatibi Syatibi ini tidak lain ialah mengenalkan organisasi Muhammadiyah dan geraknya terutama dalam bidang dakwah dan pendidikan yang juga merupakan cetusan dari Konferensi Nasional Mubaligh Muhammadiyah seluruh Indonesia pada tahun 1927 di Yogyakarta.

Ketua pimpinan pusat Muhammmadiyah pada waktu itu ialah KH. Ibrahim dan ketua Bagian Tabligh dijabat oleh KH. Muchtar. Setelah pertengahan tahun 1932 pimpinan pusat Muhammadiyah terpilih KH. Hasyim, maka kegiatan dakwah dan pendidikan digerakkan seluas-luasnya, pada akhir tahun 1932 inilah Chatib Syatibi di utus ke Kalimantan Barat.

Pada permulaan pertumbuhan persyarikatan Muhammadiyah di Kal-Bar bergerak dibidang pengajian terutama bagi anak-anak dan orang dewasa ditambah dengan pelajaran fardlu ‘ain. Dakwah masih sangat sulit, karena rang-orang belum yakin tentang Muhammadiyah, terlebih adanya isu yang mengatakan gerakan Muhammadiyah itu sesat, kaum muda akan meninggalkan ajaran agama yang pernah dibuat nenk moyang mereka turun-temurunseperti keyakinan beragama yang dianggap bersumber dari ajaran Rasulullah sendiri seperti tahlil ketika seorang muslim meninggal, untuk mengingat hari meninggal sampai tiga hari, lima belas hari, dan selesainya sampai empat puluh sampai seraus hari, mengaji dikubur untuk menambah amal bagi si mati. Apalagi pada waktu itu umat islam di Kal-Bar sebagian masih terikat dengan adapt-istiadat turun-temurun, berupa kurafat, bid’ah, syirik, takhayul, dan taklid.

Pada tahun 1936, pimpinana pusat Muhammadiyah terpilih KH. Mas Mansyur maka berkunjunglah KH. Ahmad Badhawi, keponakan KH. Ahmad Dahlan ke Kal-Bar. Kedatangan KH. Ahmad Badhawi didampingi oleh beberapa orang  pendukung Muhammadiyah  dari Pontianak ke Singkawang dengan maksud disamping meninjau perkembangan Muhammadiyah Kal-Bar juga menyampaikan rencana perjuangan Muhammadiyah terutama menghadapi kongres Muhammadiya ke-27di Malang tahun 1938. selain itu disinggung pula golongan yang menghina nabi besar Muhammad SAW di Solo semasa KH. Ahmad Dahlan masih hidup dan didalam pertemuan itu hadir ketua Syarikat Islam H.O.S. Tjokroaminoto.

Sebelum datangnya KH. Chatib Syathibi ke sunagi kunyit sudah ada pengajian agama Islam bagi anak-anak dan orang dewasa yang dipimpin oleh H. Sood, H. Bujang dengan bertempat diruangan rumah H. Abdul Razak Abu Bakar. Dan setelah kembalinya KH. Chatibi Syathibi dari Sungai Kunyit, maka pengajian agama Islam dirubah menjadi pengajian Muhammadiyah pada tahun 1932; penyusun sejarah ini (Daeng Usman Amin) adalah murid yang pertama.

Pada tahun 1934 pengajian ini menjadi pengajian gabungan, dan pimpinan Muhammadiyah secara organisasi juga ikut dalam dua pengajian yang ada di Sungai Kunyit yang dipimpin oleh dua orang yaitu ustad ahmad dan KH. Usman Lebai. Ketiga pengajian ini untuk memperkuatsatu ikatan umat Islam dalam satu pengajian sesuai dengan al Qur’an suart Ali Imron : 103. pewrlu diketahui, siapa KH. Usman Lebai ini, beliau adalah ulama dari Syarikat Islam yang telah menamatkan pendidikannya dari madrasah al Djurnit Singapura dan melanjutkan pelajarannya ke Mekkah. Di Sungai Kunyit pada tahun 1919 telah berdiri Serikat Islam yang dipimpin oleh KH. Usman Lebai. Ketiga kesatuan pengajian ini dipimpin oleh ustad H. M. Saleh dari makasar yang bertempat dirumah Daeng Jafar  di Sungai Kunyit.

Pada tanggal 10 september 1936 berdiri madrasah Muhammadiyah di Sungai Kunyit dan sebagai kepala Madrasah adalah ustad Abdusamad bin Abdurrahim dari Sambas, akan tetapi madrasah ini diberi nama Madrasah Islamiyah Ibtidaiyah karena pengurus dan pendukung-pendukungnya masih banyak yang takut-takut dengan Muhammadiyah, sebagian status murid-murid diambil dari lulusan sekolah Volk Schooldertemen Van Onder Wijs diterima duduk di kelas 3.

Pada akhir tahun 1936 itu juga berdiri Partai Indonesia Raya (Parindra) di Sungai Kunyit diketuai oleh guru Yusuf dan sebagian anggota Muhammadiyah yang masuk Parindra. Pada tahun 1941 pengajian Muhammadiyah dilarang kembali oleh H. Sood, H. Bujang ditambah satu orang tenaga yaitu Dg. Usman Amin dan sebelumnya pada tahun 1939 berdiri madrasah WPSTHO yang dipimpin oleh ustad H. jamil.

Pada tahun 1943 jaman pemerintahan Jepang Madrasah ini menjadi mundur, pelajaran yang diberikan hanya baris-berbasir, menyanyi lagu kimigayo sedangkan madrasah pada waktu itu dipimpin oleh H. Adam, orangnya keras tidak mau menurut perintah Jepang untuk mengagungkan dan menghormati kaisar Hirohito akhirnya beliau dihajar oleh tentara Jepang hingga kopiyahnya masuk lumpur.

Setelah tahun 1945 sampai dengan tahun 1949, masa revolusi kemerdekaan pemuda-pemuda Muhammadiyah Sungai Kunyit melibatkan diri dalam kelaskaran seperti PPKRL-BPIKB Brigade E Divisi IV ALRI dan Brigade XVI. Setelah tahun 1950 pimpinan pusat Muhammadiyah Ki Bagus Hadi Kusumo mengesahkan cabang Muhammadiyah Sungai Kunyit pada tanggal 21 Oktober 1950 M bersamaan dengan 1 Muharam 1370 H, sebagai ketua cabang H. Abdul Razak dan ketua bagian Tabligh Dg. Usman Amin, sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWt, H. M. Kurdi Jafar Ketua cabang Muhammadiyah Sei Bakau Kecil mengadakan syukuran karena Konferensi Meja Bundar (KMB) sudah berhasil dilaksanakan dan dirangkaikan peringatan 1 Muharam 1369 H dengan mengibarkan bedera kebangsaan dan menyayikan lagu Indonesia Raya. Hadir dalam upacara besar-besaran ini H. Abdul Razak, Dg. Ahmad Kadir dan Dg. Usman Amin dari Sungai Kunyit.

Demikian sejarah singkat ini diambil dari H. Sood dan H. Bujang wakil ketua cabang Muhammadiyah Sungai Kunyit sapai tahun 1956 (th.2002) kata Drs. Pabali Musa, M.Ag selaku ketua PWM Kal-Bar periode sekarang.

4. Visi dan Misi

Visi Gerakan Muhammadiyah adalah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyrakat Islam yang sebenar-benarnya. Sementara itu, lanjut Pabali Musa, misinya adalah :

  1. Muhammadiyah melakukan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang diwujudkan dalam usaha disegala bidang kehidupan.
  2. Usaha Muhammadiyahdiwujudkan dalam bentuk amal usaha, program, dan kegiatan, macam dan penyelenggaraannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
  3. peNentuan kebijakan dan penanggung jawab amal usaha, program, dan kegiatan adalah Pimpinan Muhammadiyah.

5. Keanggotaan

Sementara itu mengenai keanggotaan mempunyai beberapa kreteria diantaranya yaitu:

  1. anggota biasa adalah warga Negara Indonesia beragama islam.
  2. anggota luar biasa adalah orang islam bukan warga Negara Indonesia.
  3. anggota kehormatan adalah perorangan beragama islam yang berjasa terhadap Muhammadiyah dan atau karena kewibawaan dan keahliannya bersedia membantu Muhammadiyah.

6. Perkembangan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Menurut Drs. Pabali Musa, M.Ag mengatakan bahwa perkembagan ini meliputi dua macam yang pertama secara organisasi dimana organisasi Muhammmadiyah sudah ada diseluruh kabupaten dan kota kecuali kabupaten kayong utara, kedua, perkembangan secara keanggotaan dari sisi ini jika dilihat dari warga asli Kalimantan barat ini masih terletak didaerah perkotaan sementara didaerah desa masih kurang, kecuali didaerah trans seperti di rasau jaya kerena memang masyarakatnya sudah masuk dalam keanggotaan Muhammadiyah selagi masih di daerah asalnya.

Sementara itu organisasi ini juga adalah satu-satunya organisasi yang mempunyai kekuatan atau dasar hokum atas kepemilikan tanah dan keharta bendaan, berikut data yang diambil pada tahun 2002.

TANAH DAN SARANA MILIK PERSERIKATAN MUHAMMADIYAH KALIMANTAN BARAT

DATA SAMPAI TAHUN 2002

NO PDM kabupaten /kota Luas tanah(M2) Sarana pendidikan Sarana ibadah Panti asuhan RS/klinik sertefikat
Sudah belum
1. Kota Pontianak 81.373,75 17 buah 3 buah 2 buah 3 buah 18 buah -
2. Kab. Pontianak 1.648.671,00 14 buah 4 buah - 1 buah 11 buah 10 buah
3. Kota Singkawang 18.521.00 6 buah 1 buah - - 4 buah 8 buah
4. Kab. Sambas 18.204,00 5 buah 4 buah - 1 buah 7 buah 2 buah
5. Kab. Ketapang 145.087,00 9 buah 4 buah 2 buah 2 buah 7 buah 3 buah
6. Kab. Sanggau 10.990,00 1 buah 3 buah 1 buah - - -
7. Kab. Sintang 153.145.00 8 buah 5 buah 1 buah - 9 buah 6 buah
8. Kab. Kapuas Hulu 112.104,00 3 buah 4 buah 1 buah - 2 buah 3 buah
9. Kab. Landak 1.025,00 - 2 buah - - - -
10. Kab. Bengkayang - - - - - - -
Jumlah 2.189.120,75 62 buah 30 buah 7 buah 7 buah 58 buah 32 buah

Sumber data

Majelis wakaf dan keharta bendaan

7. Struktur Organisasi

1. Penasehat                                                    : H. A. Hasan Gaffar (ketua)

2. Ketua PWM                                                : Drs. Pabali Musa, M.Ag (ketua)

: Ahmad Jais, S.Ag, M.Ag (waka I)

3. Majelis Dikdasmen                                     : Drs. Washli Sjafei (ketua)

4. Majelis Kesehatan dan Kesmas                  : Dr. Nursyam Ibrahim, M.kes(ketua)

5. Majelis Dakwah dan Tabligh                      : Abdul Aziz, BA (ketua)

6. Majelis Tarjih dan tAjdid                            : Drs. H. A. Dahlan, SH, MH (ketua)

7. Majelis Wakaf dan ZIZ                              : Ahmad Zaini, S.Pi (ketua)

8. Majelis Pendidikan Kader                          : Drs. Ikhsanudin, M. Hum (ketua)

9. Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan         : Ir. Sy. Izhar Azzuri (ketua)

10. Majelis Pemberdayaan Msyarakat            : Faozan Alfikri, SH, M.Kes (ketua)

11. Lembaga pusTaka dan Informasi              : Zainul Arifin, S.Ag (ketua)

12. Lembaga Hikmah dan Kebijakan Public  : Djohardi Zainul, SH (ketua)

13. Lembaga Hukum dan HAM                     : H. Rousydi Said, SH, MH (ketua)

14. Lembaga Pembinaan dan Peng. Keuangan : H. Syakhroni, BA (ketua)

15. Lembaga Lingkungan Hidup                    : Prof. DR. Hidayat, MP (ketua)

16. Lembaga Seni dan Budaya                       : Drs. AR. Muzammil, M.Si (ketua)

Demikianlah yang dapat kami sajikan tentang profil dan sejarah berdirinya dan perkembangan organisasi Muhammadiyah Kalimantan Barat, dimana data ini kami ambil dari sumber yang jelas yaitu :

1.   Nama         : Drs. Pabali Musa, M.Ag

Jabatan      : ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat

Alamat      : Jl. Sei. Raya Dalam Kompl. Srikandi

  1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, keputusan mukhtamar ke- 45di Malang. Dan digandakan oleh PWM Kal-Bar.
  2. Sejarah masuknya organisasi Muhammadiyah ke Kal-Bar. Yang disusun pada Rakernas dan Lokakarya Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Muhammadiyah Kal-Bar di Pontianak 19-23 Oktober 2002.

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH

KALIMANTAN BARAT

Mata Kuliah                      : SEJARAH PERADABAN ISLAM II

Dosen pengampu              : MA’RUF, M.Ag

: NELLY, M.Si

Di Susun oleh       :

Arif Hidayat (107 110 8686)

Semester/Kelas IV/B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JURUSAN TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI (STAIN)

PONTIANAK

2009

About these ads

3 Komentar

Filed under All Daftar, Sejarah Islam

3 responses to “SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH KALIMANTAN BARAT

  1. Kliwon Hariyanto

    Warga Blok 15 Perumnas IV Pontianak-Kalbar Resah
    Oknum Koperasi Muhammadiyah Zolimi Umat

    PONTIANAK-Karena telah bertindak arogan dan meresahkan warga Blok 15 Perumnas IV Pontianak, General Manager Baitul Tamwil Mumahhamdiyah (BTM) Bandar Lanpung Ely Kasim, SE, Akt, bersama tiga rekannya masing-masing Sazili, SH, M.Si, EB Herry Kapatra, A.Md dan Dian Anggraini, S.Psi, dilaporkan Forum masyarakat Perum IV Blok 15 ke polisi.
    Dalam pertemuan warga Blok 15 yang bertempat di Surau Baitul Hidayah belum lama ini, terungkap kalau BTM telah melakukan tindak pemaksaan penyemprotan rumah warga yang dinilai menunggak pembayaran kredit rumah tanpa mengantongi surat perintah yang sah dari Bank Syariah Bukopin selaku pemegang hak pengusaan rumah.
    Sementara penanggung jawab lapangan BTM yang dipimpin Sazili, yang berkantor di Perumnas III Gg. Tengkawang I No. 9-11 tersebut, hanya memegang surat keterangan untuk melakukan silaturahmi kepada pimpinan Muhammadiyah Kalbar dan kota Pontianak dalam rangka mendapatkan atau mencari informasi dan data mengenai permasalahan kredit perumahan Muhammadiyah di Kota Pontianak. Namun apa lacur, dalam prakteknya yang bersangkutan malah bertindak diluar batas melakukan penagihan secara paksa.
    Dihadapan warga yang hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Forum warga Perum IV Blok 15, Burhanuddin mengungkapkan bahwa mandeknya pembayaran kredit rumah warga didaerah tersebut akibat Bank Swansarindo atau Bank Persyarikatan Indonesia (BPI) yang awalnya menangani pembayaran kredit pada tahun 2002 dilikuidasi alias kolap. Namun dalam perjalanannya Bank tersebut tenyata telah merger dengan Bank Syariah Bukopin (BSB) berkedudukan di Jakarta.
    Setelah delapan tahun berjalan, tiba-tiba saja datang pihak ketiga, yakni koperasi Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Bandar Lampung dan mengaku sebagai pemegang kuasa Bank Bukopin Syariah untuk menagih tunggakan rumah warga yang belum dibayar selama delapan tahun. Celakanya, mereka dengan berbagai ancaman dan intimidasi menetapkan batas pembayaran 5 bulan kedepan. Hal ini jelas membuat warga kesal sekaligus resah, bagaimana mungkin mereka mampu membayar tunggakan puluhan juta dalam waktu yang singkat. “ini bentuk penzoliman,” tuding warga.
    Sebelumnya, Manager BTM Lampung Eli Kasim, dalam sosialisasinya kepada warga menuturkan kalau bunga Bank adalah riba, dan muhammadiyah tidak akan membebankan bunga kepada warga yang menunggak kredit rumah. Namun kenyataannya, BTM malah memberlakukan bunga tunggakan kredit hingga 150 persen.
    Gilanya berbagai macam permohonan keringanan pembayaran tunggakan kredit ditolak mentah-mentah oleh Sazili, sebagai petugas lapangan. Bahkan yang bersangkutan kerap mengancam akan melelang rumah warga apabila tidak mampu membayar. “Bagaimana mungkin pihak yang mengatasnamakan lembaga umat Islam dapat bertindak sekeji itu terhadap warga yang mayoritas muslim. Sementara pihak Muhammadiyah sendiri terkesan membiarkan arogansi itu terjadi,” cecer Heru, seorang warga.
    Dalam pertemuan tersebut warga bersepakat untuk meng-hadapi masalah ini bersama-sama apapun yang terjadi. Sementara, selama proses hukum berjalan warga diminta untuk tidak melakukan transaksi kepada pihak manapun, termasuk kepada BTM yang dicurigai hanya sebagai debkolektor. (Ardiansyah)

  2. nasarudin

    apa benar tu pristiwa tu, benar-benar memalukan dan memilukan seorang oknum organsasi islam terbesar di indonesia seperti itu tuuuuuuuuuuuuu gimana tu para petinggi organisasi, apa dibiarkan aja tu bina dooooooong warganya yang seperti itu tuuuuuuuu barangkali oknum tu ngaku-ngaku aja tu, atau barangkali sdh dibina hanya aq yang ketinggalan infonya yaaaaaa?

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s