Jenis Teori dan analisi dalam Bimbingan Konseling

oleh st_30
berikut teori menurut orang-orang bule, selamat membaca………………

TEORI KONSELING TRAIT AND FACTOR

  • Konsep dasar

Menurut teori ini kepribadian merupakan sistem atau faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan, minat, sikap dan tempramen. Beberapa tokoh yang sering dikenal dalam teori trait and factor adalah Walter Bigham, John Darley, Donald G.Paterson dan E.G.Williamson.

Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan jumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan tes-tes psikologis untuk menanalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan mengikuti suatu program studi.

  • Proses Konseling
  1. Analisis
  2. Sintesis
  3. Diagnosis
  4. Prognosis
  5. Konseling (Treatment)
    1. Follow Up
  • Analisis

Dalam segala hal tentu yang berperan penting adalah kepribadian seseorang. Tidak dipungkiri keberhasilan atau kesuksesan seseorang ditopang oleh kepribadian yang baik sehingga ia mampu untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu, sangat baik sekali jika dalam proses pembelajaran hal yang pertama dilakukan oleh seorang pendidikan adalah membentuk karakter kepribadian siswa. Kelemahan dalam teori ini tidak ada variasi untuk proses perkembangan kepribadian seorang anak, karena apabila hanya ditekan satu kemampuna saja, maka akan sulit berkembang.

RATIONAL EMOTIVE THERAPY

  • Konsep dasar

Rational Emotive Therapy atau Teori Rasional Emotif mulai dikembangan di Amerika pada tahun 1960-an oleh Alberl Ellis, seorang Doktor dan Ahli dalam Psikologi Terapeutik yang juga seorang eksistensialis dan juga seorang Neo Freudian.
Menurut Ellis (dalam Latipun, 2001 : 92) berpandangan bahwa REBT merupakan terapi yang sangat komprehensif, yang menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan emosi, kognisi, dan perilaku.

  • Proses Konseling

a)      assertive training, melatih dan membiasakan klien terus-menerus menyesuaikan diri dengan perilaku tentang yang diinginkan.

b)      sosiodrama yaitu semacam sandiwara pendek tentang masalah kehidupan sosial.

c)       Self modeling atau diri sebagai model yaitu teknik yang bertujuan menghilangkan perilaku tertentu dimana konselor menjadi model, dan klien berjanji akan mengikuti.

d)     teknik reinforcement, memberi reward terhadap perilaku rasional atau memperkuatnya.

e)      desensitisasi sistematik merupakan teknik relaxsasi yang digunakan untuk menghapus perilaku yang diperkuat secara negative

f)        Relaxation.

g)       self control yaitu dengan mengontrol diri.

h)      diskusi;

i)        simulasi dengan bermain peran antara konselor dengan klien.

j)        homework assigment (pemberian tugas rumah).

k)       bibliografi (memberi bahan bacaan)

  • Analisis

Dalam teori ini merupakan terapi emosional apabila seseorang mengalami gangguan dalam hubungan emosi, yang lebih menekankan kepada pribadi seseorang untuk mengenal jati dirinya sehingga dalam berperilaku memiliki tujuan yang jelas. Kesempatan yang diberikan dalam teori ini emosional yang stabil,

TEORI KONSELING BEHAVIOR

  • Konsep dasar

perilaku manusia merupakan hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkresi kondisi-kondisi belajar. Pada dasarnya, proses konseling merupakan suatu penataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memecahkan masalahnya. Tokoh dalam teori ini adalah D. Krumboltz, Carl E. Thoresen, Ray E. Hosfor , Bandura, Wolpe dll.

  • Proses Konseling

Dalam proses konseling menggunakan beberapa pendekatan, sebagai berikut:

  1. pendekatan operant learning. Hal yang sangat penting adalah penguatan yang dapat menghasilkan prilaku klien yang dikehendaki.
  2. Metode unitatif learning. Diterapkan oleh konselor dengan merancang suatu perilaku adaptif yang dapat dijadikan model oleh klien.
  3. metode cognitive learning atau pembelajaran kognetif. Merupakan metode pengajaran yang berupa pengajaran secara verbal, kontrak antara konselor dengan klien, dan bermain peran
  4. metode emosional learning atau pembelajaran emosional diterapkan kepada individu yang mengalami suatu kecemasan.
  • Analisis

Pengalaman belajar sangat penting dalam proses perkembangan seorang anak. Akan tetapi dalam proses tersebut yang harus diperhatikan cara yang digunakan anak tersebut untuk mampu memberikan efek bagi perilakunya. Oleh karena itu dalam proses konseling ini haruslah tidak hanya dititik beratkan kepada prosesnya akan tetapi fokuslah pada apa yang digunakan untuk menuju proses pengalaman belajar itu.

KONSELING PSIKOANALIS

  • Konsep dasar

Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. Tokoh utama psikoanalisa ialah Sigmund Freud. Menurut Freud teori kepribadian menyangkut 3 hal Struktur kepribadian

  1. Struktur kepribadian

Kepribadian terdiri dari 3 sistem

  • Id adalah aspek biologis yang merupakan sistem kepribadian yang asli.
  • Ego adalah aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan dengan dunia kenyataan.
  • Super ego adalah aspek sosiologis yang mencerminkan nilai-nilai tradisional serta cita-cita masyarakt yang ada di dalam kepribadian individu.
  1. Dinamika kepribadian

Terdiri dari cara bagaimana energi psikis itu disitribusikan serta digunkan oleh id, ego, dan super ego.

  1. Perkembangan kepribadian

Kepribadian individu menurutr Freud telah mulai terbentuk pada tahun-tahun pertama di masa kanak-kanak. Pada umur 5 tahun hampir seluruh struktur kepribadian telah terbentuk, pada tahun-tahun berikutnya hanya menghaluskan struktur dasar tersebut.

  • Proses Konseling

Ada beberapa teknik yang digunakan dalam proses konseling ini, sebagai berikut:

  1. Asosiasi bebas

Konselor memerintahkan klien untuk menjernihkan pikiranya adari pemikiran sehari-hari dan sebanyak mungkin untuk mengatakan apa yang muncul dalam kesadaranya.

  1. Interpretasi

membiarkan ego untuk mencerna materi baru dan mempercepat proses menyadarkan hal-hal yang tersembunyi.

  1. Analisis mimpi

membuka hal-hal yang tidak disadari dan membantu klien untuk memperoleh tilikan kepada masalah-masalah yang belum terpecahkan.

  1. Analisis dan interpretasi resistensi

suatu dinamika yang tidak disadari yang mendorong seseorang untuk mempertahankan terhadap kecemasan

  1. Analisis dan interpretasi transferensi

Transferensi muncul dengan sendirinya dalam proses terapeutik

  • Analisis

Adapun nuansa dalam proses konseling in seorang anak dipandang sebagai manusia yang yang memiliki kepribadian utuh sehingga klien menyadari struktur kepribadiannya secara sadar. Solusi yang diberikan dalam konseling ini agar klien mendapatkan titik permasalahan yang belum dapat dipecahkan. Dan agar klien tidak khawatir dengan masalah yang dihadapi.

KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL

  • Konsep dasar

Konstruk utama psikologi individual adalah bahwa perilaku manusia dipandang sebagai suatu kompensasi terhadap perasaan inferioritas (kurang harga diri). Istilah yang digunakan oleh Adler adalah “inferiority complex” untuk menggambarkan keadaan perasaan harga diri kurang yang selalu mendorong individu untuk melakukan kompensasi mencapai keunggulan. Perilaku merupakan suatu upaya untuk mencapai keseimbangan.

  • Proses Konseling

Proses konseling diarahkan oleh konselor untuk mendapatkan informasi-informasi berkaitan dengan masa sekarang dan masa lalu sejak klien berusia kanak-kanak. Mulai dari mengingat komponen-komponen dalam keluarga, keanehan-keanehan prilaku yang terjadi didalam keluarga, sampai hal yang spesifik. Hal ini sangat membantu konselor dalam menghimpun informasi serta menggali feeling of inferiority (FOI) klien..Teknik yang digunakan oleh konselor adalah membangun hubungan yang baik dengan klien.

  • Analisis

Dalam konseling ini seorang konselor fokus pada penyadaran tentang harga diri klien. Dalam hal ini klien diberikan gambaran akan perilaku-perlaku masa lalu dan masa sekarang sehingga masalahnya dapat diselesaikan dengan cara konselor menggali sebanyak-banyaknya informasi dari klien.

KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL

  • Konsep dasar

Dalam terapi ini hubungan konselor dan klien dipandang sebagai suatu transaksional (interaksi, tindakan yang diambil, tanya jawab) dimana masing-masing partisipan berhubungan satu sama lain. Sebagai fungsi tujuan tertentu. Transaksi menurut Berne merupakan manivestasi hubungan sosial.

Berne membagi psikoterapi konvensional menjadi dua kelompok

1. Kelompok yangh melibatkan sugesti, dukungan kembali (reassurence), dan fungsi parental lain.

2. Kelompok yang melibatkan pendekatan rasional, dengan menggunakan konfrontasi dan interpretasi seperti terapi non direktif dan psiko analisa.

  • Proses Konseling

Tugas utama konselor yang menggunakan analisis transaksional adalah mengajar bahasa dan ide-ide sistem untuk mendiagnosa transaksi. Konselor transaksional selalu aktif, menghindarkan keadaan diam yang terlalu lama, dan mempunyai tanggung jawab untuk memelihara perhatian pada transaksi.

  • Analisis

Dalam konseling ini interkasi antara konselor dengan klien adanya  hubungan social sehingga proses konselingnya seperti transaksi ada timbale balik satu sama lain.

KONSELING CLIENT CENTERED (BERPUSAT PADA KLIEN)

  • Konsep dasar

Pendekatan konseling client centered menekankan pada kecakapan klien untuk menentukan isu yang penting bagi dirinya dan pemecahan masalah dirinya. Konsep pokok yang mendasari adalah hal yang menyangkut konsep-konsep mengenai diri (self), aktualisasi diri, teori kepribadian,dan hakekat kecemasan. Menurut Roger konsep inti konseling berpusat pada klien adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri atau pertumbuhan perwujudan diri. Tokohnya adalah Carl R. Roger

  • Proses Konseling
    • Konseling memusatkan pada pengalaman individual.
    • konseling berupaya meminimalisir rasa diri terancam, dan memaksimalkan dan serta menopang eksplorasi diri. Perubahan perilaku datang melalui pemanfaatan potensi individu untuk menilai pengalamannya, membuatnya untuk memperjelas dan mendapat tilikan pearasaan yang mengarah pada pertumbuhan.
    • Melalui penerimaan terhadap klien, konselor membantu untuk menyatakan, mengkaji dan memadukan pengalaman-pengalaman sebelunya ke dalam konsep diri.
    • dengan redefinisi, pengalaman, individu mencapai penerimaan diri dan menerima orang lain dan menjadi orang yang berkembang penuh.
    • wawancara merupakan alat utama dalam konseling untuk menumbuhkan hubungan timbal balik.
  • Analisis

Penekanan yang digunakan dalam konseling ini adalah klien dijadikan sebagai pusat informasi dengan mengarahkan pada proses pertumbuhan klien. Dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya maka diharapkan klien dapat mengenali potensi dalam dirinya tersebut. Konselor hanya memandu agar pengalaman-pengalam klien dalam diresapi oleh dirinya sendiri.

KONSELING / TERAPI GESTALT

  • Konsep dasar

Peris menyatakan bahwa individu, dalam hal ini manusia, selalu aktif sebagai keseluruhan, merupakan koordinasi dari seluruh organ. Kesehatan merupakan keseimbangan yang layak. Pertentangan antara keberadaan sosial dan biologis merupakan konsep dasar terapi Gestaslt. Tokohnya adalah Frederick S. Peris 1989-1970

  • Proses Konseling

konseling Gestalt adalah meningkatkan proses pertumbuhan klien dan membantu klien mengembangkan potensi manusiawinya. Fokus utama dalam konseing Gestalt adalah membantu individu melalui transisinya dari keadaan yang selalu dibantu oleh lingkungan ke keadaan mandiri (selft-support). Konselor membuat klien menjadi kecewa sehingga klien dipaksa untuk menemukan caranya atau mengembangkan potensinya sendiri.

  • Analisis

Dalam konseling ini klien diharapkan sebagai seorang individu yang utuh. Sehingga memecahkan masalah dalam lingkungannya bisa mandiri, artinya klien diharapkan mampu menemukan ataupun mengenal potensi dirinya-sendiri agar permasalah yang ia hadapi dapat terselesaikan.

About these ads

7 Komentar

Filed under All Daftar, Bimbingan Konseling

7 responses to “Jenis Teori dan analisi dalam Bimbingan Konseling

  1. mas,, konsep dasaR teori krUmbohz… ada gak??

    skaLian Faktor2 yg mmpNgaruhi pkbngan karirNy apO??

    satU Lagi,,reaLisasi teori krumbohz thd pLayanan konseLing disekoLah bagaimana??

    toLong y jawab,, senin seteLah saya posting ini pertanyaan , saya harap ada jawabannya…

    trimakasiH . . .

  2. Uci

    Mas ini sumbernya darimana?
    Bisa kasih tahu gak judul buku yang lain yang berhubungan dengan terapi konseling terutama terapi analisis transaksional?

    terima kasih

  3. Uci

    Mas ini sumbernya darimana?
    Mas bisa kasih tahu ga judul buku yang membahas tentang terapi konseling, misal terapi analisis transaksional, judul bukunya apa aja??
    Terima kasih

  4. yessy

    UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM DPAT MENGGUNAKAN TEKNIK REBT YANG MN YA? MHON JWABANNYA YA

  5. I read this article completely concerning the resemblance of most up-to-date and earlier
    technologies, it’s remarkable article.

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s