Supervisi Pengajaran

oleh steofandi fizari, dkk

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SUPERVISI PENGAJARAN

Kata Supervisi berasal dari bahasa Inggris yaitu Supervision yang artinya melihat dengan sangat teliti pekerjaan secara keseluruhan. Sedangkan orang yang melakukan Supervisi disebut dengan Supervisor. [1]

Dalam pemakaiannya secara umum, Supervision diberi arti sama dengan direction, management, dan supervisor, dengan director, manager, dalam bahasa umum ini, ada kecondongan untuk membatasi pemakain istilah supervisor pada orang-orang yang berada dalam kedudukan yang lebih bawah dalam hirierki manajemen. Istilah-istilah umum bagi kedudukan-kedudukan ini selain dari supervisor adalah foreman dan superintendent, yang di Negara kita disebut “mandor”, “pengawas”, “inspektur”, “opsiner”, dan “opseter”. Merekalah yang bertnggung jawab secara langsung dan bertatap muka tentang kegiatan-kegiatan dari hari ke hari sekelompok pegawai bawahan.

Dalam sistem sekolah yang sedang berkembang, situasinya agak lain. Dalam Carter Good’s Dictionary of Education, misalnya Supervisi diartikan sebagai: “Segala usaha para pejabat sekolah yang diangkat dan diarahkan kepada penyediaan kepemimpinan bagi para guru datang pendidikan yang lain dalam perbaikan pengajaran, melihat stimulasi pertumbuhan professional dan perkembangan dari para guru, seleksi dan revisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, dan metode-metode mengajar, serta eveluasi pengajaran.”[2]

Sedangkan pengertian Supervisi yang dirumuskan oleh beberapa pakar adalah sebagai berikut:

1. Ben M. Harris, dalam bukunya supervisor Behavior in Education, 175, menyatakan Supervisi adalah apa yang personalia sekolah lakukan dengan orang dewasa an alat-alat dalam rangka mempertahankan atau mengubah pengelolaan sekolah untuk mempengaruhi langsung pencapaian tujuan instruksional sekolah. Supervisi mempunyai impact dengan pelajar melalui perantaraan orang lain dan alat.

2. Prof. Dr. Burhanuddin Harahap, dalam bukunya Supervisi Pendidikan, 1983, menyatakan “Supervisi adlah kegiatan yang dijalankan terhadap orang yang menimbulkan atau yang potensial menimbulkan komunikasi dua arah.”

3. Drs. Ngalim Purwanto, dkk, dalam bukunya Administrasi Pendidikan, 1979, menyatakan: Supervisi adalah suatu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif.

4. Drs. Ametembun, dalam bukunya Supervisi Pendidikan, 1975, menyatakan: Supervisi Pendidikan adalah pembinaan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu belajar-mengajar di kelas pada khususnya.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat dikemukakan secara sederhana bahwa Supervisi pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan mutu pengajaran di sekolah. Ia berintikan program pengajaran dengan ditunjang oleh unsur-unsur lain, seperti guru, sarana dan prasarana, kurikulum, sistem pengajaran dan penilaian. Supervisor bertugas dan bertanggung jawab memperhatikan perkembangan unsur-unsur tersebut secara berkelanjutan.[3]

Dalam dunia pendidikan di Indonesia, perkataan Supervisi belum begitu popular. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang orang lebih mengenal kata “inspeksi” daripada Supervisi. Pengertian “inspeksi” sebagai warisan peninggalan Belanda itu, cenderung kepada pengawasan yang bersifat otokratis, yang berarti mencari kesalahan-kesalahan guru dan kemudian menghukumnya. Sedangkan Supervisi mengandung pengertian yang lebih demokratis.

Dalam pelaksanaannya, Supervisi bukan hanya mengawasi apakah para guru atau pegawai menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan instruksi atau ketentuan-ketentuan yang telah digariskan, tetapi juga berusaha bersama guru-guru, bagaimana memperbaiki proses belajar-mengajar. Jadi, dalam kegiatan Supervisi, guru-guru tidak dianggap sebagai pelaksana pasif, melainkan diperlakukan sebagai partner bekerja yang memiliki ide-ide, pendapat-pendapat, dan pengalaman-pangalaman yang perlu didengar dan dihargai serta diikut sertakan di dalam usaha-usaha perbaikan pendidikan. [4]

Hal di atas sesuai dengan rumusan Burton, yaitu:[5]

Ø Supervisi yang baik adalah mengarahkan perhatiannya kepada dasar-dasar pendidikan dan cara-cara belajar serta perkembangannya dalam pencapaian tujuan umum pendidikan.

Ø Tujuan Supervisi adalah perbaikan dan perkembangan proses belajar-mengajar secara total.

Ø Fokusnya pada setting for learning, bukan pada seseorang atau sekelompok orang.

Jadi supervisi pengajaran adalah kegiatan-kegiatan kepengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi baik personil maupun material yang memungkinkan terciptanya situasi kepengawasan yang lebih baik demi tercarapainya tujuan pendidikan.

B. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI

Beberapa prinsip pokok tentang Supervisi modern:

1. Supervisi merupakan bagian integral dari program pendidikan. Ia adalah jasa yang bersifat kooperatif dan mengikut sertakan, karenanya para guru hendaknya dilibatkan seberapa dapat dalam pengembangan program Supervisi.

2. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan Supervisi.

3. Supervisi hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah.

4. Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran pendidikan, dan hendaknya menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran tersebut.

5. Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolah, dan membantu dalam pembangunan hubungan sekolah-masyarakat yang baik.

6. Tanggung jawab bagi pengembangan program Supervisi berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan pengawas atau pemilik bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya.

7. Harus ada dana yang memadai bagi program kegiatan Supervisi dalam anggaran tahunan, serta personil, material, dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan.

8. Efektifitas program Supervisi hendaknya dinilai secara periodik oleh para peserta.

9. Supervisi hendaknya membantu menjelaskan dan menerapkan dalam praktik penemuan pendidikan yang mutakhir.

10. Supervisi kian bertambah diangkat dari situasi tertentu daripada dipaksakan dari atas.

Itulah beberapa prinsip dasar mengenai Supervisi modern yang mungkin bisa dijadikan dan diterapkan dalam proses belajar-mengajar dalam dunia pendidikan.[6]

C. KEGIATAN-KEGIATAN SUPERVISI

Segala hal dalam sistem sekolah dirancang dengan maksud akhir pada sistem belajar dan pertumbuhannnya. Supervisi dapat meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. menilai hasil pendidikan dengan mengingat sasaran pendidikan yang telah disetujui

2. mempelajari situasi KBM untuk menetapkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi murid

3. memperbaiki situasi belajar mengajar

o memperbaiki pedoman pengajaran

o memperbaiki alat pengajaran

o memperbaiki perbuatan guru dengan penggunaan Supervisi yang sesuai

o memperbaiki faktor-faktor yang terdapat pada pelajar seperti pengaruh pertumbuhan dan prestasinya

4. menilai saran-saran, metode, dan hasil Supervisi

o menerapkan teknik-teknik evaluasi

o menilai hasil program Supervisi tertentu yang membatasi keberhasilan program

o menilai dan memperbaiki perbuatan personil Supervisi

D. TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI

Adapun dalam hal ini ada beberapa teknik dalam Supervisi antara lain:

1. Kunjungan kelas

kunjungan kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi pembelajaran Karena dapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul.

2. Pembicaraan individual

Pembicaraan individual merupakan teknik yang sangat penting karena pengawas untuk bekerja secara individual dengan guru sehubungan dengan masalah-masalah profesionalnya.

3. Diskusi kelompok

Dalam hal ini adalah suatu kegiatan di mana kelompok orang yang berkumpul dalam situasi bertatap muka dan melalui interaksi lisan bertukar informasi atau berusaha untuk mencapai suatu keputusan tentang masalah bersama.

4. Demonstrasi mengajar

Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. Menurut pendapat diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik

5. Kunjungan kelas antarguru

Bahwa kunjungan kelas yang dilakukan guru-guru di antara mereka sendiri adalah efektif dan sukai di mana biasanya direnakan atas permintaan guru-guru. Teknik ini lebih efektif lagi jika tiap observasi diikuti oleh suatu analisis yang berhati-hati.

6. Pengembangan kurikulum

Pentingnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan murid dan masyarakat bagi memelihara dan meningkatkan kualiatas pendidikan.

7. Buletin Supervisi

Ini merupakan alat komunikasi yang efektif, hal ini biasanya berupa pengumuman-pengumuman, analisis presentasi dalam pertemuan-pertemuan organisasi dan lain-lain.

8. Perpustakaan professional

Perpustakaan ini merupakan sumber informasi yang sangat membantu kepada pertumbuhan profesional personil pengajar di sekolah.

9. Lokarkarya

Lokarkarya menyediakan kesempatan untuk kerjasama, untuk mempertemukan ide-ide, untuk mendiskusikan masalah-masalah bersama dan profesional dalam berbagai bidang studi.

10. Survey sekolah-masyarakat[7]

Merupakan komprehensif tentang masyarakat akan membantu guru dan kepala sekolah untuk memahami dengan lebih jelas program sekolah yang akan memenuhi kebutuhan dan kepentingan murid.

Bahwasnya tidak satu teknik tunggal yang bisa memenuhi segala kebutuhan; dan bahwa suatu teknik tidaklah baik atau buruk pada umumnya, melainkan dalam kondisi tertentu.

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Supervisi pengajaran merupakan kegiatan pengawasan untuk menciptakan situasi belajar-mengajar yang lebih baik. Untuk itu dalam supervisi pengajaran harus ada yang menjalankannya yang disebut supervisor. Dalam hal ini supervisor haruslah ang-orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengawasan. Oleh karena itu fungsi pengawasan dalam pendidikan bukan sekedar control apakah segala kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana atau program yang telah digariskan, tetapi lebih luas dari itu.

Adapun kegiatan supervisi pendidikan ini mencakup kondisi-kondisi atau syarat-syara personil maupun material yang diperlukan untuk terciptanya situasi belajar-mengajar yang efektif.

B. SARAN

Dengan adanya pembelajaran supervisi ini, nantinya mahasiswa mampu mengimplikasikannya di dalam dunia pendidikan, mulai dari hal yang terkecil.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI. Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam Pedomaam Pengembangan Administrasi dan Supervisi Pendidikan,: Jakarta, 2003.

Purwanto, Nglalim. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rifa’i. Moh. 1982. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Jemmars Bandung.

Sutisna, Oteng. 1993. Administrasi Pendidikan. Bandung: Angkasa

http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-Supervisi-pendidikan/

[1] Departemen Agama RI, Pedoman Pengembangan Administrasi dan Supervisi Pendidikan,(Jakarta: 2003), hal 31

[2] Oteng Sutisna, Administrasi Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1993), hal 264

[3] Departemen Agama RI, Pedoman Pengembangan Administrasi dan Supervisi Pendidikan ,(Jakarta, 2003), hal 31-32

[4] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hal 76-77

[5] Ibid

[6] Oteng Sutisna, Administrasi Pendidikan, (Bandung: Angkasa, 1993), hal. 265-266

[7] Oteng sutisna, Hal 268-270: 1993

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Adsub, All Daftar

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s