Kajian teori dan operasional penelitian

oleh

steofandi fizari

A. Kajian Teori

Hipotesa, pertanyaan penelitian dan tujuan harus dilandaskan pada pengetahuan teoritis dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Penggunaan teori diperkenalkan dalam proses penyusunan karena peran pentingnya dalam menjelaskan hipotesa, pertanyaan penelitian dan tujuan.

Bahwa teori merupakan serangkaian bagian (variabel) yang saling berhubungan yang dibentuk menjadi dalil atau hipotesa yang menentukan hubungan antar variabel (khusus ukuran atau arah).

a. Sudut pandang Kuantitatif

Menurut Kerlinger teori adalah sebagai serangkaian bagian (variabel), definisi dan dalil yang saling berhubungan yang dihadirkan sebuah pandangan sistematis tentang fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.

- Bentuk Teori

Bentuk teori dapat berupa serangkaian hipotesa, pernyataan logis “jika…maka”, atau model visual. Bentuk presentasi teori menunjukkan urutan sebab musabab variabel-variabel. Hopkins menyajikan teorinya sebagai serangkaian hipotesa.

- Penempatan

Dalam penelitian kuantitatif penggunaan teori secara deduktif dan menempatkannya diawal rencana penelitian. Tujuan penelitian kuantitatif adalah menguji atau membuktikan sebuah teori, bukannya untuk mengembangkan teori. Oleh karena itu, untuk memulai penelitian dengan mengajukan sebuah teori, mengumpulkan data untuk mengujinya dan menguji ulang apakah teori tersebut diperkuat atau diperlemah oleh hasil penelitian. Teori tersebut menjadi kerangka penelitian secara keseluruha, suatu model terorganisir pernyataan atau hipotesa penelitian dan prosedur pengumpulan data.

- Model Penulisan

Berikut ini prosedur yang dapat digunakan dalam penulisan teoritis kuantitatif:

1. Lihatlah pustaka berdasarkan disiplin ilmu untuk mencari teori.

2. Lihatlah juga penelitian-penelitian sebelumnya yang menyoroti topic tersebut yang berhungan erat. Teori apa saja yang digunakan oleh penulis lain, batas jumlah teori

3. Ajukan pertanyaan mengapa variabel bebas mempengaruhi varibel terikat

4. Tulislah bagian teori

b. Sudut Pandang Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif penggunaan teorit tidak sejelas dalam penelitian kuantatif. Istilah yang digunakan untuk “teori” beragam menurut jenis desain. Misalnya dengan pola “grounded theory” digunakan sebagai teori yang berlandaskan pada informasi dan informan. Teori ini akan memiliki semua atribut (bagian serangkaian untuk menjelaskan. Kemudian apabila menggunaan pola “Entografi kritis” peneliti memulai dengan sebuah teori yang menjelaskan penelitian mereka. Teori sebab musabab ini dapat berupa teori persamaan atau penekanan.

Selanjutnya dengan “teori pola” sebagai penjelasan yang berkembang selama penelitian naturalistis atau kualitatfi. Teori model ini mencerminkan pola pemikiran atau bagian yang saling berhubungan. Teori pola adalah sistim ide yang member informasi. Konsep dan hubungan di dalam teori pola membentuk sebuah sistim yang rapat dan saling memperkuat. Dan menentukan urutan-urutan tahap-tahap atau menghubungkan bagian-bagian secara keseluruhan.

B. Operasional Penelitian

Definisi operasional adalah petunjuk tentang bagaimana cara mengukur suatu variabel. Dengan demikian dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru. Jadi operasional penelitian adalah proses untuk menentukan variabel berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.

Operasional (Operational Research atau OR) merupakan salah satu metoda pene-litian yang sifatnya dinamis, yaitu suatu proses penerapan metode analisis untuk memecahkan suatu masalah operasional, dengan meng-identifikasi penyebab keberhasilan dan kegagalan kegiatan melalui pendekatan operasional. Dalam pelaksanaannya perlu ada koordinasi antara peneliti dengan pengelola program di lapangan. Menurut Blomenfeld (1985), penelitian ope-rasional adalah suatu penerapan atau pe-manfaatan metode analitis untuk membantu pengambil kebijaksanaan memilih beberapa kemungkinan untuk mencapai tujuan. Drake dkk (1983) juga berpendapat bahwa penelitian ope-rasional adalah suatu reflection in action (RIA) atau sering disebut bebenah/ perbaikan sambil jalan. Action menunjukkan adanya kegiatan atau intervensi, perubahan atau perbaikan. Reflection menunjuk pada monitoring dan evaluasi. Dengan demikian penelitian opera-sional sesungguhnya merupakan hubungan timbal balik antara operasional program dengan penelitian. Dengan kata lain, kegiatan operasional yang terus disem-purnakan berdasarkan masukan dari penelitian. Selanjutnya pendapat Gallen (1986) tak jauh berbeda dengan Blomenfeld, yaitu penelitian operasional adalah suatu penerapan metode analitis untuk memecahkan suatu masalah ope-rasional. Sedangkan Ross (1987) juga berpen-dapat serupa, yaitu penelitian operasional me-rupakan aplikasi metode riset untuk memecah-kan masalah-masalah kegiatan program. Laing pada tahun 1991 mengemukakan hal senada, peneli-tian operasional merupakan suatu proses atau cara untuk mengidentifikasi permasalahan program dan memberikan alternatif cara pemecahannya.

Berdasarkan berbagai pengertian tentang pene-litian operasional yang telah dikemukakan di atas, maka pengertian secara umum penelitian opera-sional adalah suatu pendekatan atau suatu usaha dengan menggunakan metode bersifat ilmiah untuk memecahkan suatu masalah yang terjadi dalam pelaksanaan suatu kegiatan program. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan penelitian operasi-onal, keterlibatan komponen operasional program dengan komponen penelitian tidak dapat di-pisahkan.

Pengertian di atas mengandung maksud bahwa penelitian operasional merupakan proses yang terus berlanjut terhadap upaya-upaya penyem-purnaan program dengan memakai pendekatan bersifat ilmiah. Proses berlanjut atau yang biasa disebut tahapan penelitian operasional tersebut meliputi identifikasi permasalahan kegiatan prog-ram, pemilihan intervensi yang tepat, monitoring terhadap proses intervensi, evaluasi terhadap proses dan hasil intervensi, proses diseminasi ha-sil intervensi, dan pengembangan intervensi ke wilayah lainnya.

Sumber:

- Download file doc dari Internet

- W. Creswell, John. 2002. Research Design. Jakarta: KIK Press.

About these ads

6 Komentar

Filed under All Daftar, Metodologi Penelitian

6 responses to “Kajian teori dan operasional penelitian

  1. arman

    makasih bwuanget……..
    z minta komentarnya tentang judul z nie. “penerapan metode brainstorming dalam pembelajaran ips….”
    apa judul z ini kualitatfi or ptk…..z tnggu balsnnya……

    • brang kali sekedar sharing aja yy.. penulis juga bukan pakarnye, so.. kite sharing aj..berdasarkan judul, JUDULNY BAIK, untuk menentukan apakah judul ini kualitatif or kuantitatif, z bise baca-baca lagi tentag penelitian kualitatif n kuantitatif, itu saja y…
      terima kasih atas kunjungannya dan komentarnya

  2. Sovie

    klo boleh tolong d cantumkan juga manfaat kajian teori untuk penelitian kualitatif n kuantitatif y,,,mkch

  3. Pahlawan Bertopeng

    Wah, bermanfaat sekali tulisan-tulisan anda. terima kasih yaa…

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s