TENTANG TUGAS MANUSIA (Surah adz-Dzariat:56)

A. PETA KONSEP
1. Ayat Tentang Ibadah
2. Arti kata-kata
3. Terjemahan
4. Hukum Bacaan
5. Penjelasan Ayat
a. Pengertian Ibadah
b. Macam-macam Ibadah
 Ibadah Mahdhah (murni)
 Ibadah Ghairi Mahdhah (tidak murni)

B. URAIAN MATERI
1. Ayat tentang Ibadah
     
2. Arti kata-kata
 : Dan tidaklah
 : Aku menciptakan
 : Jin
 : Manusia
 : Melainkan (kecuali)
 : Agar mereka beribadah kepada-ku

3. Terjemahan
“ Dan tidak Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka beriadah kepadaku (adz-Dzariya:56)”

4. Hukum Bacaan
= mad wajib,  = qolqolah,  = aliflam Qomariah dan Wajibulghunah,  = aliflam Qomariah dan Ikhfak, = mad aridhlisukun.

5. Penjelasan Ayat
a. Pengertian Ibadah
Ibadah berasal dari kata kerja (fi’il) abada, ya’budu, ibadah ( ). Menurut bahasa ibadah artinya patuh, tunduk atau merendah. Sedangkan istilah artinya tunduk kepada Allah karena hormat. Orang yang rajin melakukan ibadah dalam Isalam disebut ‘abid ( ) jamaknya ‘Ibad ( ).
Ayat 56 surah adz-Dzariyat di atas menjelaskan tujuan penciptaan jin dan manusia. Manusia dan jin diciptkan yaitu agar mereka mengabdi dan beribadah kepada Allah Sang pencipta.
Maksud ibadah tersebut di atas adalah tunduk dan merendahkan diri kepada Allah, yang disebabkan oleh kesadaran bahwa Allah itulah yang menciptakan jin dan manusia, khususnya manusia, ia diciptakan dengan bentuk yang paling sempurna baik fisik maupun rohaninya.
Menurut Syaikh Muhammad Abduh Ibadah itu bukan hanya sekedar ketaatan dan ketundukan, tetapi ia adalah satu bentuk ketundukan dan ketaatan yang mencapai puncaknya akibat adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang terhadap apa yang kepadanya ia mengabdi. Ia juga merupakan dampak dari keyakinan bahwa pengabidian itu tertuju kepada yang memiliki kekuasaan yang tidak terjangkau arti hakikatnya.
Ibadah adalah tujuan penciptaan manusia dan kesempurnaan yang kembali kepada penciptaan itu. Allah swt menciptakan manusia untuk member ganjaran yang memperoleh ganjaran itu adalah manusia. Sedangkan Allah sama sekali tidak membutuhkannya. Adapun tujuan Allah, maka itu berkaitan dengan Dzat-Nya yang Maha Tinggi. Dia menciptakan jin dan manusia karena Dia adalah Dzat yang Maha Agung.

b. Macam-macam Ibadah
Bentuk ibadah manusia kepada Allah dapat dikelompokkan menjadi dua bagian:
 Ibadah Mahdhah (murni)
Adalah ibadah yang telah ditentukan oleh Allah, bentuk kakdar, atau waktunya. Seperti shalat, zakat, puasa, dan haji. Ibadah-ibadah itu secara tegas diwajibkan oleh Allah di dalam al-Qur’an.
Untuk kewajiban shalat dan zakat, Allah swt berfirman:
   •    
Artinya:”Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’ (QS al-Baqarah:43)

Sedangkan kewajiban puasa, firman Allah swt:
              
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah:183)

Dan untuk kewajiban haji, Allah berfirman:
   •          ••          •     
Artinya:” Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim ; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah Dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS ali-Imran:97)

Semua ibadah Mahdhah yang disyari’atkan oleh Allah kepada umat manusia tujuannya tidak semata-mata untuk menunjukkan pengabdian seorang hamba kepadanya sang penciptanya, tetapi semuanya merupkan media yang baik untuk membina akhlak mereka. Shalat umpamanya dapat membentuk pribadi seorang muslim selalu kontak dengan Allah, sehingga ia merasa diawasi di manapun ia berada, yang akhirnya ia akan hati-hati dalam berucap dan bertindak, sehingga akan terhindar dari perbuatan jahat, Allah menjanjikan dalam firman-Nya:
                        
Artinya:”Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS al-Ankabut:45)
Sementara puasa juga mengandung nilai-nilai pendidikan akhlak yang luhur, yaitu dapat mendidik jiwa orang yang berpuasa menjadi bersih, mampu mengekang nafsu serakahnya, dan membiasakan bersikap sabar dan tabah. Demikian juga dalam kewajiban zakat terkadung nilai-nilai pendidikan akhlak yang luhur. Antara lain zakat mampu menghilangkan sifat buruk yang hampir ada pada setiap manusia, yaiut sifat kikir. Dengan keharusan berzakat bagi setiap orang yang memiliki harta dalam batas tertentu, sedikit demi sedikit sifat buruk itu akan terkikis, yang akhirnya ia akan mempunyai sikap kepedulian kepada orang lain yang membutuhkan . dalam hal ini Allah berfirman:
          •        
Artinya:”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS at-Taubah:103)

 Ibadah Ghairi Mahdhah (tidak murni)
Ibadah ini adalah ibadah yang berhubungan dengan semua kegiatan manusia baik ucapan atau tindakan yang tidak bertentangan dengan norma-norma agama, dilakukan karena Allah, seperti menesahati orang untuk selalu berbuat baik, mengajarkan ilmu pengetahuan, berbagi pengalaman yang baik kepada orang lain, kerja bakti membuat jalan dan berhubungan seks pun dapat menjadi ibadah, jika itu dilakukan sesuai dengan tuntunan agama.
Bahwasanya manusia itu diciptakan Allah dengan dibekali beberapa petunjuk untuk menjaga dan menyempurnakan kehidupannya. Dari sejak lahir hingga dewasa manusia dibekali perasaan naluri, berupa perasaan lapar , haus, dsb dan dibekali akal pikiran. Kelebihan manusia dengan yang lainnya Karena manusia diberikan akal untuk beripikir tentang alam semesta ini, dan senantiasa menjaga hubungan baik antar sesama manusia maupun dengan alam di sekitat tempat ia tinggal.

C. ANALISIS
Konsep
Ibadah adalah tunduk kepada Allah karena hormat. Ibadah dibagi menjadi dua, yakni: ibadah mahdha, dan ghairi mahdhah.
Prinsip
Adapun yang termasuk prinsip adalah tentang pengabdian manusia terhadap Allah terdapat dalam surah adz-Dzariat:56.
Fakta
Terciptanya manusia merupakan bukti kebesaran Allah. maka manusia sepatutnya untuk mengabdi kepada-Nya yakni mentaati segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Nilai
Dengan ketaatan beribadah, maka akan melahirkan sikap baik terhadap diri kita sendiri maupun orang lain.
Proses
Kelahiran manusia dari sejak ia masih dalam kandungan manusia sudah berjanji dengan Rabb, yang dibekali dua hal yakni naluri dan akal pikiran. Dalam menjalani kehidupan tersebut manusia harus mentaati segala aturan yang Allah tegaskan.
Keterampilan
Apabila seorang memanfaatkan potensi yang Allah berikan kepadanya yakni akal maka apabila potensi tersebut dikembangkan akan terlahir hasil karya yang luar biasa, begitu sebaliknya akan terjadi berbagai kekecauan dalam jagat raya ini.

DAFTAR PUSTAKA

Chirzin, Muhammad. Konsep dan Hikmah Akidah Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Matsano, M. 2007. Al-Qur’an Hadits Aliyah Kelas 2. Semarang: Toha Putra.
Matsano, M. 2005. Al-Qur’an Hadits Aliyah Kelas 2. Semarang: Toha Putra.
Shihab,M. Quraish. Tafsir al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati. vol 13
Syamsuri. 2007. Pendididkan Islam SMA Jilid 1 untuk Kelas X. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under All Daftar, Materi PAI

terima kasih atas kunjungannya...mudah-mudahan berbagai tulisan yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. tak lupa agar silaturrahim pengunjung tetap berlanjut sudi kiranya pengunjung untuk memberikan pesan dan kesan setelah membaca tulisan yang ada di blog ini......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s